Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video berdurasi 16 detik yang menampilkan gelombang tinggi menerjang daratan beredar di Facebook. Video tersebut diklaim sebagai rekaman tsunami setelah gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Unggahan tersebut disertai narasi:
"Tsunami pasca gempa di NTT. Semoga tidak ada korban amin."
Gempa bumi magnitudo 7,7 memang mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB.
Namun, benarkah video tersebut merupakan rekaman tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT?
Unggahan yang menarasikan video tsunami pasca gempa M 7,7 di NTT. Faktanya, video tersebut merupakan video November 2025 dan terjadi di Filipina (Antara)
Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, Jumat, 21 Agustus 2026, menggunakan Google Reverse Image, video yang beredar bukan rekaman tsunami di NTT.
Hasil pencarian menemukan video serupa dalam unggahan Facebook yang menyebut peristiwa tersebut sebagai storm surge atau gelombang badai di Dingalan, Aurora, Filipina, akibat Topan Super Fung-wong pada 9 November 2025.
Footage yang sama juga ditemukan dalam unggahan TVRI. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Topan Super Fung-wong menghantam Filipina pada Minggu, 9 November 2025 dan menyebabkan dua orang meninggal dunia serta sekitar satu juta warga mengungsi.
Topan tersebut juga memicu banjir besar akibat gelombang yang menerjang wilayah pesisir. Kecepatan angin berkelanjutan mencapai 185 kilometer per jam dengan hembusan hingga 230 kilometer per jam. Topan yang secara lokal dikenal sebagai Uwan itu diperkirakan mendarat di Provinsi Aurora, Luzon tengah.
Dengan demikian, video yang beredar bukan merupakan rekaman tsunami di NTT setelah gempa magnitudo 7,7, melainkan video lama yang terjadi di Filipina dan kembali diunggah dengan konteks yang keliru.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT. Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan berdasarkan hasil observasi tidak terdapat kenaikan muka air laut yang signifikan.
Hingga saat ini, korban gempa NTT dilaporkan mencapai 71 orang. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga telah mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Klaim: Video tsunami pasca gempa M 7,7 di NTT
Rating: Hoaks
Arsip - Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026) tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak di pulau berpenduduk sekitar 11 ribu jiwa dan berjarak 20-30 kilometer dari pusat gempa (Antara)