Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah berjanji tidak akan melupakan para korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat menyapa langsung para penyintas di posko pengungsian Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan rasa empati sekaligus permohonan maaf jika penanganan darurat yang berjalan saat ini masih menemui kekurangan di lapangan.
"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," kata Gibran di hadapan warga.
Dalam dialog tersebut, Wapres berinteraksi langsung guna menggali informasi mengenai kondisi warga serta kebutuhan yang paling mendesak. Beliau turut menyampaikan duka cita mendalam bagi seluruh masyarakat yang harus kehilangan anggota keluarga akibat musibah ini.
Gibran menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah untuk memastikan penyaluran bantuan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat terdampak tanpa terkecuali. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, fasilitas toilet, obat-obatan, hingga layanan kesehatan wajib dipastikan sampai ke tangan penyintas, termasuk bagi pemukiman di wilayah pegunungan yang terisolasi atau sulit dijangkau.
"Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya," tutur Gibran.
Penanganan bencana ini, lanjutnya, berpedoman pada arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah selalu hadir menjamin proses tanggap darurat dan pemulihan berjalan cepat, tepat, serta berkelanjutan. Negara berkomitmen mengupayakan langkah terbaik agar masyarakat tidak merasa berjuang sendirian.
"Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat," ujar Gibran.
Mengingat potensi gempa susulan yang masih tergolong tinggi, Wapres berpesan agar para pengungsi tidak terburu-buru kembali ke kediaman mereka yang rusak. Di sisi lain, pemerintah berjanji akan segera memperbaiki rumah warga, gedung sekolah, serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan doa dari Gibran untuk seluruh masyarakat NTT yang tengah diuji, khususnya bagi keluarga yang kehilangan kerabat, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang masih berjuang melewati masa-masa sulit pascabencana.
Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan) ketika mengunjungi lokasi posko pengungsian di di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026) (Antara)