Iran Peringatkan Negara Asia Barat agar Tak Bantu Militer AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 15:46
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Rudal-rudal yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan, sementara pertunjukan paramotor yang menampilkan bendera Iran berlangsung, selama perayaan peringatan ke-47 revolusi 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, ketika ratusan warga berkumpul di Lapangan Azadi Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. Arsip foto - Rudal-rudal yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan, sementara pertunjukan paramotor yang menampilkan bendera Iran berlangsung, selama perayaan peringatan ke-47 revolusi 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, ketika ratusan warga berkumpul di Lapangan Azadi Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi memperingatkan negara-negara di kawasan Asia Barat agar tidak memberikan bantuan kepada militer Amerika Serikat (AS) yang disebutnya agresif.

Peringatan tersebut disampaikan Abdollahi melalui unggahan di media sosial pada Rabu, 19 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa Iran terus memantau berbagai aktivitas dan pergerakan yang berlangsung di kawasan.

“Kami memperingatkan bahwa memberikan bantuan atau fasilitas apa pun kepada Angkatan Darat AS yang agresif merupakan bentuk keterlibatan dengan pasukan militer AS,” kata Abdollahi.

Baca Juga: Teheran: Tekanan Militer dan Ekonomi AS Tak Akan Buat Iran Tunduk

Pemerintah Iran sebelumnya telah beberapa kali menyatakan tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Barat. Namun, Iran menegaskan bahwa wilayah mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negaranya akan dianggap sebagai sasaran yang sah bagi angkatan bersenjata Iran.

Konflik tersebut bermula ketika Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone. Serangan tersebut menyasar Israel serta sejumlah pangkalan dan aset militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Tegas, Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Komitmen Damai

Pertempuran kemudian berakhir dengan tercapainya gencatan senjata pada 8 April.

Selanjutnya, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman atau MoU pada 18 Juni untuk mengakhiri perang di seluruh front, termasuk konflik yang berkaitan dengan Lebanon.

(Sumber: Antara)

TERKINI

PM Kanada Akui Siapkan Negara Hadapi Risiko Invasi AS

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 07:30 WIB

Pemilu Brasil Dimulai, Lula dan Flavio Bolsonaro Bersaing Ketat

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 07:15 WIB

Wajah Kota Global Itu Ada di Dalam Gerbong MRT

Nasional Senin, 5 Okt 2026 | 06:55 WIB

Rusia Minta Diplomat Asing Tinggalkan Ibu Kota Ukraina

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 06:50 WIB

Korut Uji Rudal Jarak Menengah Berteknologi AI

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 06:35 WIB

PM Jepang Marah ke AS Usai Marinir Diduga Bunuh Perempuan

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 06:10 WIB

Kebakaran Di Machu Picchu Tewaskan Satu Orang

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 06:08 WIB
Load More
x|close