Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait wilayah Selat Hormuz. Trump menilai gagasan untuk mengklaim dan menjadikan jalur perairan strategis tersebut sebagai bagian dari wilayah AS merupakan ide yang bagus.
"Saya memang berpikir itu ide yang bagus," ujar Trump kepada wartawan saat dimintai keterangan mengenai pernyataan sebelumnya terkait peluang jalur air tersebut menjadi bagian integral AS, Senin (17/8).
Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa militer AS saat ini memegang kendali penuh atas kawasan perairan vital tersebut melalui skema pemblokadean.
"Kami mengendalikan (Selat Hormuz) melalui blokade, dan saya menyukai gagasan untuk menyatakannya sebagai wilayah (AS)," kata Trump. "Blokade itu sangat efektif... Kami mengeluarkan jutaan barel minyak per minggu ... selat itu terbuka, dan harga minyak turun, dan akan terus turun kecuali kami memutuskan melakukan sesuatu yang jauh lebih drastis daripada yang kami lakukan sekarang."
Pernyataan ini mempertegas klaim Trump pada Jumat sebelumnya yang menyatakan niatnya untuk segera meresmikan Selat Hormuz sebagai wilayah teritorial AS.
Dinamika di Selat Hormuz kian memanas setelah Trump membatalkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran pada 8 Juli lalu. Pembatalan tersebut berbuntut pada rentetan aksi militer di kawasan:
- Serangan Komando Pusat AS (CENTCOM): AS melancarkan berbagai operasi militer dengan dalih merespons aksi Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
- Balasan Pihak Iran: Iran menanggapi dengan menggempur sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, seraya menuding Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Di tengah eskalasi konflik, Washington dan Teheran sebenarnya masih mengupayakan perundingan syarat kesepakatan baru dengan bantuan mediator Timur Tengah. Meski demikian, pada 9 Agustus lalu, Trump sempat menyindir bahwa pihaknya menjalani proses diplomasi tersebut secara setengah hati, sembari menyoroti kondisi ekonomi Iran yang diklaimnya kian memburuk.
Baca juga: Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)