Netanyahu dan Menantu Trump Alami Perselisihan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan terlibat perselisihan dengan Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang juga menjadi anggota eksekutif Dewan Perdamaian (BoP).

Dilansir dari AFP, Rabu, 12 Agustus 2026, meenyebut media lokal Israel, melaporkan seperti dikutip Anadolu Agency pada Selasa, 11 Agustus 2026 bahwa Netanyahu dan Kushner terlibat perdebatan sengit dalam beberapa hari terakhir.

Perselisihan tersebut disebut bermula ketika Kushner mempertanyakan sikap Netanyahu yang menolak peta jalan fase kedua gencatan senjata di Gaza.

"Anda sedang menggagalkan gagasan sesuai yang Anda inginkan," kata Kushner ke Netanyahu, menurut sumber.

Netanyahu kemudian membantah kritik tersebut. Ia menegaskan bahwa pembentukan pemerintahan baru di Gaza hanya dapat dilakukan setelah Hamas dilucuti dari persenjataannya dan wilayah tersebut sepenuhnya didemiliterisasi.

Netanyahu juga menolak ketentuan yang memungkinkan Gaza berada di bawah hukum Palestina. Menurutnya, aturan tersebut pada akhirnya dapat membuka jalan bagi pembentukan negara Palestina, yang selama ini menjadi salah satu hal yang sangat ditentangnya.

Baca Juga: Netanyahu Samakan Warga Gaza dengan Korea Utara

Perdebatan antara Netanyahu dan Kushner berlangsung setelah Perdana Menteri Israel tersebut menolak 15 poin proposal yang disusun Dewan Perdamaian. Netanyahu tetap bersikukuh bahwa militer Israel tidak akan meninggalkan Gaza sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

Menurut Channel 14, ketegangan dengan Kushner, ditambah tekanan yang muncul dari internal pemerintahan Israel, turut memengaruhi keputusan Netanyahu untuk menolak peta jalan terkait masa depan Gaza.

Peta jalan tersebut disusun setelah BoP mengumumkan kesepakatan baru mengenai proses pelucutan senjata Hamas. Pelaksanaan proses tersebut akan berada di bawah pengawasan Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), yang beranggotakan para teknokrat dan tidak melibatkan perwakilan Israel maupun Palestina.

Dalam skema tersebut, Israel diwajibkan menarik seluruh pasukannya dari Gaza setelah proses pelucutan senjata Hamas selesai.

Di sisi lain, Hamas menyatakan tidak akan menjalankan kesepakatan apabila Israel melanggar ketentuan gencatan senjata. Namun, kurang dari satu pekan setelah kesepakatan baru diberlakukan, pasukan Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Gaza.

TERKINI

Netanyahu dan Menantu Trump Alami Perselisihan

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 08:30 WIB

NASA Ajak India Gabung Program Eksplorasi Bulan

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 08:15 WIB

Promo HUT ke-81 RI, Tarif LRT dan KRL Cuma Rp8

Nasional Rabu, 12 Agu 2026 | 08:00 WIB

Peringatkan FIFA Jangan Ganti Infantino, Trum Bilang Begini

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 08:00 WIB

Kolombia Tetapkan Status Darurat Nasional

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 07:54 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close