Netanyahu Tolak 15 Poin Proposal Board of Peace Bentukan Amerika, Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 11:18
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak proposal terkait Gaza yang dilontarkan Amerika Serikat (AS). Sikap tersebut berpotensi memperlebar jarak antara Netanyahu dan Presiden Donald Trump, terutama ketika Netanyahu tengah berupaya memperkuat basis dukungannya menjelang pemilihan umum yang diprediksi berlangsung sengit.

Penolakan itu disampaikan Netanyahu setelah lebih dari sepekan melontarkan kritik yang semakin meningkat terhadap rencana tersebut. Bahkan setelah menerima jaminan bahwa Israel tidak perlu segera memulai penarikan pasukan dari Gaza, Netanyahu tetap secara tegas menolak kesepakatan tersebut.

"Israel menolak dokumen yang memuat 15 poin tersebut," ujar Netanyahu, merujuk pada rencana yang disetujui Hamas pada akhir Juli lalu, dikutip dari AFP.

Netanyahu juga menegaskan bahwa militer Israel tidak akan menarik pasukan dari Gaza. Penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut merupakan salah satu poin yang tercantum dalam proposal.

"Tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami," tegasnya dalam rapat kabinet.

Meski menolak proposal tersebut, Netanyahu menyebut Trump, yang sebelumnya memuji kesepakatan Gaza itu sebagai tonggak sejarah bagi perdamaian, sebagai "sahabat terbaik kami di Gedung Putih".

Baca Juga: Tangkal Dampak Krisis Global, Menag Ajak Umat Doakan Keselamatan Bangsa

Namun, Netanyahu sekaligus menegaskan kesiapannya untuk menentang Trump. Ia mengatakan Israel tengah menyampaikan keberatannya kepada pihak Amerika Serikat terkait sejumlah gagasan dalam proposal tersebut.

"Mereka memiliki gagasan-gagasan; sebagian dapat kami terima dan sebagian tidak, dan kami tahu bagaimana mempertahankan pendirian kami dalam hal-hal ini," ujarnya.

Penolakan Netanyahu terhadap proposal Gaza tersebut muncul ketika posisi politiknya menghadapi tantangan menjelang pemilihan umum pada 27 Oktober. Netanyahu, yang merupakan pemimpin Israel dengan masa jabatan terlama, saat ini memiliki tingkat dukungan yang setara atau bahkan tertinggal dalam beberapa jajak pendapat.

Pemilu tersebut menjadi yang pertama digelar sejak serangan dahsyat Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

Di sisi lain, sejumlah jajak pendapat menunjukkan rencana terkait Gaza tersebut tidak mendapat sambutan baik dari basis pendukung sayap kanan Netanyahu. Para anggota kabinet dari kelompok sayap kanan ekstrem juga telah mendesaknya untuk membatalkan rencana tersebut.

HIGHLIGHT

x|close