Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak dokumen berisi 15 poin yang dirancang Board of Peace (BoP) Gaza, organisasi yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza sebelum Hamas benar-benar dilucuti dari seluruh persenjataannya.
"Israel menolak dokumen 15 poin yang dipublikasikan oleh Board of Peace Gaza," kata Netanyahu dalam pernyataan video setelah rapat kabinet dimulai, seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth, Senin, 10 Agustus 2026.
Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel akan tetap berada di Jalur Gaza sampai kelompok Hamas menyerahkan seluruh senjata yang dimilikinya.
"Militer Israel tidak akan melakukan penarikan apa pun sampai Hamas dilucuti. Pelucutan itu harus mencakup senjata berat maupun senjata yang lebih ringan. Kami menginginkan pelucutan senjata yang nyata, bukan pelucutan senjata semu," tegasnya.
Baca Juga: Netanyahu Samakan Warga Gaza dengan Korea Utara
Menurut Netanyahu, pemerintah Israel masih berkomunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat mengenai proposal tersebut. Ia menyebut Washington telah menyampaikan sejumlah opsi untuk dipertimbangkan, tetapi tidak semua gagasan tersebut dapat diterima oleh Israel.
Penolakan Israel disampaikan setelah Board of Peace Gaza menerbitkan rancangan kesepakatan pada 31 Juli lalu. Dokumen itu memuat sejumlah prinsip dan mekanisme yang akan menjadi dasar penerapan tahap lanjutan dari rencana penyelesaian konflik Gaza yang sebelumnya diusulkan Presiden Trump.
Rancangan tersebut mencakup berbagai ketentuan mengenai aspek keamanan, tata kelola pemerintahan, serta periode transisi di Jalur Gaza. Selain itu, dokumen tersebut juga menawarkan jalur politik yang ditujukan untuk mendorong penyelesaian konflik di kawasan tersebut.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)