Ntvnews.id, Jakarta - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) secara resmi mengambil alih proses penyelidikan terkait kasus tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Insiden nahas yang mengangkut ratusan penumpang tersebut terjadi di perairan Laut Jawa pada hari Minggu (13/9) lalu.
"Penanganan perkaranya dilimpahkan ke Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid di Banjarmasin, Kamis malam.
Sebelum adanya pelimpahan kasus ini ke pusat, proses penyelidikan awal sejatinya telah dilakukan oleh tim Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalsel. Langkah investigasi tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Dalam tahapan pemeriksaan awal di tingkat daerah tersebut, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat. Para saksi yang telah menjalani pemeriksaan di antaranya meliputi para anak buah kapal (ABK) yang selamat dari insiden karamnya kapal, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Namun, mengingat eskalasi kejadian, kini seluruh proses tindak lanjut penanganan perkara telah sepenuhnya ditarik dan diambil alih oleh Mabes Polri. Keputusan pelimpahan wewenang penyelidikan ini didasarkan pada berbagai pertimbangan strategis dari kepolisian.
Tragedi karamnya KM Virgo Transport 8 ini memang tengah menjadi sorotan berskala nasional. Hal ini tidak terlepas dari tingginya jumlah korban yang dinyatakan meninggal dunia, serta banyaknya penumpang yang hingga kini masih berstatus hilang dalam pencarian. Terlebih lagi, para korban berasal dari lintas wilayah Nusantara, yang mayoritasnya merupakan warga Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan warga Kalimantan Selatan sendiri.
Baca Juga: Basarnas Evakuasi 14 Jasad Korban KM Virgo dari Dalam Bangkai Kapal
Berdasarkan data manifes pelayaran, KM Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan tujuan akhir bersandar di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal nahas tersebut tercatat membawa total 243 orang penumpang beserta awak kapal, serta mengangkut 89 unit kendaraan bermotor.
Adapun rincian dari total 243 orang di dalam kapal tersebut meliputi 59 penumpang dewasa, satu orang penumpang anak-anak, 126 sopir dan kernet kendaraan, 27 orang pengikut atau mitra kerja kapal, serta 30 orang kru kapal yang bertugas.
Berdasarkan pembaruan data pencarian hingga Kamis (24/9) malam, proses evakuasi masih terus dilanjutkan untuk mencari keberadaan 93 korban yang belum ditemukan. Sementara itu, tim SAR gabungan mendata sebanyak 108 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, dan 42 orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Baca Juga: Satu Jasad Tragedi KM Virgo Kembali Dievakuasi, 116 Penumpang Masih Dalam Pencarian
(Sumber: ANTARA)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta (Antara)