Ntvnews.id, Tel Aviv - Jajak pendapat terbaru yang mengukur pandangan masyarakat Israel terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunjukkan potensi kekalahan kubu yang dipimpinnya dalam Pemilu Israel mendatang.
Survei yang dirilis Channel 12 menjelang pemilihan umum tersebut memperlihatkan partai-partai oposisi Zionis saat ini diproyeksikan memperoleh 56 kursi. Sementara itu, koalisi yang mendukung Netanyahu diperkirakan mengantongi 50 kursi di parlemen.
Selain kedua blok utama tersebut, partai sentris yang untuk sementara menggunakan nama Zionist Home diprediksi mendapatkan empat kursi. Adapun dua partai yang mayoritas memiliki basis pemilih Arab, Ra'am dan Hadash-Ta'al, masing-masing diperkirakan memperoleh lima kursi.
Zionist Home yang dipimpin Chili Tropper dan Yoaz Hendel sebelumnya telah menyatakan indikasi untuk bergabung dengan koalisi Zionis yang menentang Netanyahu. Jika bergabung, jumlah kursi blok oposisi Zionis akan meningkat menjadi 60 kursi.
Jumlah tersebut masih dua kursi di bawah ambang mayoritas Knesset yang memiliki total 120 anggota.
Hasil survei juga menunjukkan tingkat keraguan yang cukup besar terhadap klaim Netanyahu mengenai kemenangan Israel dalam perang di Jalur Gaza. Sebanyak 62 persen responden menilai kemenangan penuh yang selama ini dijanjikan Netanyahu tidak akan pernah tercapai.
"Sebagai puncak dari rangkaian pertanyaan ini, jajak pendapat menemukan 62 persen tidak percaya Netanyahu telah "memimpin Israel menuju kemenangan setelah tiga tahun perang," dibandingkan dengan 28 persen yang percaya demikian," tulis Times of Israel.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Berikan Ancam Jika Ditangkap di Luar Negeri
Mayoritas responden juga pesimistis Hamas maupun Hizbullah bersedia menyerahkan persenjataan mereka. Untuk Hizbullah, sebanyak 63 persen responden tidak percaya kelompok tersebut akan melucuti senjata, sedangkan hanya 23 persen yang memiliki pandangan sebaliknya.
Sementara terhadap Hamas, 72 persen responden tidak yakin kelompok tersebut akan melakukan pelucutan senjata dan hanya 18 persen yang memperkirakan hal tersebut dapat terjadi.
Survei tersebut turut mengukur persepsi masyarakat mengenai ancaman Iran. Sebanyak 27 persen responden menilai ancaman Iran justru meningkat sebagai dampak kebijakan Israel. Sebanyak 28 persen menganggap tingkat ancaman tidak mengalami perubahan, sedangkan 35 persen menilai ancaman tersebut telah menurun.
Mengenai kemungkinan kembali berperang melawan Iran, sebanyak 51 persen responden menyatakan mendukung dimulainya kembali konflik. Sementara 34 persen lainnya menentang langkah tersebut.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)
Jajak pendapat itu juga menyoroti penilaian publik terhadap kepemimpinan elite militer dan pejabat pertahanan Israel. Menteri Pertahanan Israel Katz mendapat penilaian negatif dari 57 persen responden terkait kinerjanya. Hanya 34 persen yang menilai kinerjanya baik.
Terkait upaya Katz untuk mengganti Kepala Komando Pusat IDF, Mayjen Avi Bluth, sebanyak 47 persen responden menilai langkah tersebut tidak tepat. Hanya 17 persen yang menganggap tindakan itu pantas dilakukan.
Survei tersebut dilakukan Migdam Institute dengan melibatkan 503 responden. Tingkat margin of error dalam jajak pendapat tersebut tercatat sebesar 4,4 persen.
Migdam Institute atau Migdam Project merupakan lembaga riset dan jajak pendapat publik di Israel yang kerap melakukan survei terkait politik, perkembangan sosial, serta hubungan antara kelompok masyarakat Yahudi dan Arab.
Benjamin Netanyahu (The Arab News)