Turki Tuduh Netanyahu Gunakan Operasi Militer Gaza untuk Gagalkan Upaya Perdamaian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan Ilustrasi puing-puing reruntuhan gedung di Jalur Gaza akibat serbuan Israel yang berkelanjutan (Antara)

Ntvnews.id, Ankara - Kementerian Luar Negeri Turki menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memanfaatkan operasi militer di Jalur Gaza untuk menghambat berbagai inisiatif perdamaian yang sedang diupayakan.

Ankara berpandangan bahwa serangan terbaru Israel di Gaza menjadi indikasi bahwa pemerintahan Netanyahu tidak menunjukkan keseriusan untuk mencapai solusi damai dengan Palestina.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui situs resmi kementerian pada Minggu malam, Turki menyebut Netanyahu memiliki tujuan untuk memindahkan warga Palestina dari tanah mereka sekaligus menghalangi terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Tujuan tunggal Netanyahu adalah mengusir warga Palestina dari tanah air mereka dan mencegah terwujudnya perdamaian serta stabilitas di kawasan," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, seperti dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Ankara, Netanyahu secara berkelanjutan mengambil kebijakan yang dapat semakin mengganggu stabilitas kawasan yang saat ini masih rentan. Turki juga menilai langkah tersebut menjadi hambatan bagi berbagai upaya mediasi yang digagas sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat.

Baca Juga: Dukung Gaza, Wali Kota New York Terima Ancaman Pembunuhan

Turki turut menyampaikan peringatan mengenai kemungkinan konflik berkembang ke wilayah Timur Tengah yang lebih luas apabila operasi militer Israel tidak segera dihentikan.

"Kini menjadi sangat penting bagi komunitas internasional untuk mengambil sikap yang lebih tegas, konsisten, dan kuat terhadap pendekatan ekspansionis serta militeristis Netanyahu yang berupaya mengubah seluruh Timur Tengah menjadi kawasan konflik," lanjut pernyataan tersebut.

Ankara kemudian mengajak negara-negara yang memiliki komitmen terhadap perdamaian serta kesejahteraan Palestina dan kawasan Timur Tengah untuk mengambil tindakan berdasarkan tanggung jawab bersama. Turki juga menekankan pentingnya mematuhi hukum internasional dan menjunjung prinsip-prinsip kemanusiaan.

Turki diketahui telah berulang kali menyampaikan kritik terhadap sejumlah negara Barat. Ankara menilai negara-negara tersebut belum memberikan tekanan yang memadai kepada Israel untuk menghentikan operasi militernya di Jalur Gaza.

HIGHLIGHT

x|close