7 Warga Palestina Jadi Korban Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 04:52
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Warga yang kembali ke rumah mereka disambut dengan kehancuran parah saat mereka mulai kembali ke rumah mereka di Kota Gaza, Gaza, seiring berlakunya gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, Jumat, 10 Oktober 2025. Arsip foto - Warga yang kembali ke rumah mereka disambut dengan kehancuran parah saat mereka mulai kembali ke rumah mereka di Kota Gaza, Gaza, seiring berlakunya gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, Jumat, 10 Oktober 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Gaza - Sedikitnya tujuh warga Palestina mengalami luka-luka setelah pesawat tempur Israel melancarkan serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Kamp Pengungsi Al Shati, sebelah barat Kota Gaza,Rabu 29 Juli 2026 malam.

Serangan tersebut terjadi di tengah tudingan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang mulai diberlakukan di Jalur Gaza sejak 10 Oktober 2025.

Sumber medis di Rumah Sakit Al Shifa menyebutkan bahwa ketujuh korban menderita luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Berdasarkan kesaksian warga, pesawat tempur Israel melepaskan dua serangan ke sebuah gedung bertingkat di bagian selatan kamp setelah para penghuni menerima peringatan untuk segera mengungsi.

Dilansir dari Anadolu, Jumat, 31 Juli 2026, salah seorang penghuni mengaku menerima panggilan telepon dari intelijen Israel yang memerintahkan seluruh penghuni agar segera meninggalkan bangunan tersebut.

Peringatan itu memicu kepanikan di kalangan warga. Banyak keluarga berusaha menyelamatkan diri sesaat sebelum serangan dilancarkan.

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 12 Orang, Enam Korban Satu Keluarga

Akibat serangan tersebut, bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat operasi militer Israel itu akhirnya hancur sepenuhnya. Puluhan rumah dan bangunan di sekitarnya turut mengalami kerusakan berat, sementara kobaran api yang muncul setelah serangan berhasil dipadamkan oleh tim pertahanan sipil.

Sebelumnya, pada Rabu, tiga warga Palestina dilaporkan tewas dan sedikitnya 20 lainnya terluka akibat serangan drone serta tembakan Israel di Kota Gaza dan Khan Younis.

Menurut otoritas Palestina, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 1.209 warga Palestina dan melukai 3.943 orang, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

Otoritas Palestina juga menyatakan bahwa operasi militer Israel yang berlangsung sejak 8 Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 174.000 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza dilaporkan telah hancur akibat konflik yang berkepanjangan.

x|close