Ntvnews.id, Jakarta - Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 rute tenggelam di Laut Jawa, Minggu, 13 September 2026. Kapal dengan rute Surabaya-Banjarmasin itu tenggelam setelah sebelumnya terbalik. Enam orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya masih hilang akibat kecelakaan itu.
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono turut menyalahkan penumpang atas kondisi ini.
Menurutnya, keselamatan pelayaran bukan cuma bergantung pada kelaiklautan teknis kapal. Sterilisasi pelabuhan dan pengawasan terhadap penumpang dan muatan, juga perlu diperketat guna mencegah adanya penumpang yang tak tercatat dalam manifes.
Menurutnya, sterilisasi area pelabuhan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah masuknya penumpang yang tidak terdeteksi dan berpotensi menyebabkan ketidaksesuaian data manifes.
Bambang memandang, tata kelola sterilisasi pelabuhan perlu diterapkan secara disiplin dan konsisten, sebagaimana standar keamanan di bandara.
"Begitu ada tiket, tap, mereka masuk. Masuk, wis ini jelas penumpangnya. Jadi penumpangnya bukan orang lain lagi. Tinggal di pesawatnya dicek ulang," kata Bambang, Senin, 14 September 2026.
"Ini tugas memang antara fasilitas dengan operator untuk mencegah jangan sampai ada tambahan penumpang yang tidak terdeteksi," imbuhnya.
Bambang turut menyoroti kemungkinan adanya penumpang atau muatan yang disembunyikan di dalam kendaraan logistik. Menurutnya, praktik itu dapat berdampak terhadap aspek keselamatan pelayaran.
"Di bawah dengan sterilisasi tadi diharapkan yang di kapal juga ada sterilisasi lagi. Nah, itu kadang-kadang muatan kendaraan ada yang ngumpet dan sebagainya. Ini perilaku daripada konsumen, itu juga mempengaruhi terhadap keselamatan," tandasnya.
KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. (Basarnas)