DPR Minta TNI Bantu Polisi Tangkap KKB Penembak Mati 3 ASN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 13:35
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Jenazah Wili Mbuik (26), satu dari tiga korban penembakan KKB di Muliama, Kamis (10/9/2026), dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya. Jenazah Wili Mbuik (26), satu dari tiga korban penembakan KKB di Muliama, Kamis (10/9/2026), dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta TNI membantu Polri dalam menangkap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak mati tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono, TNI dapat mengerahkan kemampuan dan sumber dayanya untuk membantu Polri, asal tetap sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

"Saya mendukung langkah aparat untuk segera melakukan pengejaran dan menangkap pelaku serta memastikan proses hukum berjalan. TNI perlu memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya, termasuk mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang diperlukan apabila situasi membutuhkannya," ujar Dave, Jumat, 11 September 2026.

Ia menilai, peristiwa penembakan tersebut merupakan tindakan kekerasan yang sangat serius dan tak dapat dibenarkan. Terlebih, korban kala itu tengah menjalankan tugas untuk melayani masyarakat.

Sehingga, keselamatan mereka harus menjadi perhatian utama. "Kejadian ini juga menunjukkan bahwa ancaman terhadap masyarakat dan aparatur negara di Papua masih perlu ditangani secara serius," kata Dave.

Menurut dia, pengamanan di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan juga perlu diperkuat, terutama pada titik-titik rawan dan jalur aktivitas masyarakat maupun aparatur pemerintah.

Dave berharap, koordinasi antara TNI dan Polri harus terus diperkuat. Ini agar setiap ancaman dapat direspons dengan cepat dan tepat, sekaligus mencegah jatuhnya korban kembali.

"Yang paling penting, negara tidak boleh membiarkan masyarakat maupun aparat sipil menjadi sasaran kekerasan," kata dia.

Ia meminta aparat memproses hukum para pelaku, serta sementara keamanan masyarakat harus dipastikan agar aktivitas pemerintahan dan kehidupan warga di Papua dapat terus berjalan tanpa rasa takut.

x|close