Trump Ungkap Rencana Pelucutan Senjata Hamas Disertai Penarikan Pasukan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 13:22
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sebuah blok beton kuning saat pasukan Israel menempatkan blok beton kuning baru di persimpangan Sanfura, melanjutkan perluasan area yang dikenal sebagai 'Garis Kuning' meskipun sedang berlaku gencatan senjata di bagian barat Kota Gaza, Gaza, Palestina Sebuah blok beton kuning saat pasukan Israel menempatkan blok beton kuning baru di persimpangan Sanfura, melanjutkan perluasan area yang dikenal sebagai 'Garis Kuning' meskipun sedang berlaku gencatan senjata di bagian barat Kota Gaza, Gaza, Palestina (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Kamis, 30 Juli 2026, bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah menyepakati pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas beserta kelompok-kelompok bersenjata lain yang berada di Jalur Gaza. Kesepakatan tersebut juga mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah itu.

Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah "bersejarah" untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan. Menurutnya, implementasi perjanjian akan dilakukan secara bertahap.

"Kesepakatan ini akan dilaksanakan melalui tahapan yang disusun dengan cermat. Setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan ditarik mundur dan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan bekerja sama dengan pasukan kepolisian Palestina yang baru untuk memastikan keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangganya," tulis Trump dalam sebuah postingan di platform media sosialnya, Truth Social.

Ia juga menilai kesepakatan tersebut menjadi "tonggak penting" dalam pelaksanaan rencana 20 poin yang disusunnya untuk Gaza.

Baca Juga: Trump Bertemu Menhan Arab Saudi Bahas Konflik Iran di Washington

Trump mengatakan, pada akhirnya Gaza akan dipimpin oleh pemerintahan Palestina yang baru. Pemerintahan itu nantinya akan bekerja sama secara erat dengan Dewan Perdamaian guna membantu masyarakat Palestina.

Selain itu, Trump menyampaikan apresiasi kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas kontribusi mereka dalam proses mediasi. Ia menilai keterlibatan ketiga negara bersama tim pemerintahannya menjadi faktor penting yang memungkinkan tercapainya terobosan tersebut.

"Setahun lalu, terjadi perang yang berkecamuk, krisis kemanusiaan, dan para sandera ditahan dalam penyekapan brutal. Kami telah mencapai kemajuan bersejarah dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," jelasnya.

Trump menyebut konflik yang terjadi sebagai genosida Israel di Gaza. Perang tersebut bermula setelah serangan lintas perbatasan yang dilakukan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejak pecahnya perang, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 174.000 lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak. Konflik tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza.

Baca Juga: AS Serang Iran Habis-habisan, Trump Tepati Ancaman Balas Serangan ke Pasukan Amerika

Gencatan senjata diberlakukan berdasarkan rencana 20 poin Trump untuk Gaza dengan pengawasan Dewan Perdamaian yang dipimpin olehnya.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel disebut masih terus melancarkan serangan setiap hari di berbagai wilayah Gaza. Serangan itu dilaporkan menewaskan 1.214 warga Palestina, melukai 3.977 orang lainnya yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta mengakibatkan kerusakan luas.

Dalam unggahan di platform media sosial X, Dewan Perdamaian menyampaikan bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan terperinci sebagai tahapan lanjutan pelaksanaan gencatan senjata di Gaza.

"Fokus kami kini beralih pada pelaksanaan. Dewan Perdamaian telah bekerja sama secara erat dengan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Dewan Perdamaian akan segera memulai transisi bertahap menuju kewenangan penuh, yang didukung ISF, serta mempercepat penerapan supremasi hukum, keamanan, dan perbaikan kondisi kemanusiaan di Gaza," demikian isi pernyataan itu.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close