Presiden Ukraina Zelensky Tiba di AS Bakal Bertemu Trump, Bahas Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 04:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, 18 Agustus 2025. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, 18 Agustus 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tiba di Amerika Serikat pada Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat untuk melakukan kunjungan resmi yang akan diisi dengan pertemuan bersama Presiden Donald Trump. Agenda utama pembicaraan keduanya mencakup penguatan kerja sama pertahanan serta dukungan Amerika Serikat bagi Ukraina.

Melalui unggahan di platform X, Zelensky menyampaikan bahwa dirinya akan bertemu dengan Trump beserta timnya, serta sejumlah pihak yang dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pertahanan Ukraina. Menurutnya, penguatan kemitraan strategis dengan Amerika Serikat menjadi fokus utama dalam kunjungan tersebut.

Zelensky menegaskan bahwa sistem pertahanan antirudal balistik merupakan kebutuhan paling mendesak bagi negaranya.

“Prioritas nomor satu kami adalah pertahanan antirudal balistik dan kerja sama strategis dengan Amerika. Perdamaian harus segera diwujudkan,” ujar Zelensky, dikutip dari Anadolu, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga: Volodymyr Zelenskyy Ogah Minta Maaf Usai Bersitegang dengan Donald Trump

Selain menggelar pertemuan dengan Trump, Zelensky juga dijadwalkan menghadiri upacara penghormatan bagi mendiang Senator Partai Republik Lindsey Graham yang berlangsung di Washington.

Zelensky mengatakan kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bentuk penghargaan atas peran Graham dalam mendukung keamanan dan kebebasan.

“Bersama seluruh peserta upacara di Washington, kami akan mengenang komitmennya terhadap keamanan dan kebebasan di komunitas transatlantik serta di seluruh dunia,” katanya.

x|close