Trump Tunda Serangan Udara ke Iran Gegera Stok Amunisi Menipis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Iran kembali menjalani malam tanpa serangan udara dari Amerika Serikat pada Minggu, 26 Juli 2026 Penghentian sementara operasi militer itu terjadi di tengah laporan yang menyebutkan adanya kekhawatiran pemerintah AS terhadap menipisnya persediaan amunisi, sehingga rencana eskalasi serangan ditunda.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan peluncuran serangan militer baru terhadap Iran dengan skala yang disebut lebih besar dibandingkan operasi sebelumnya dalam Operation Epic Fury.

Dalam wawancara dengan Axios pada Kamis, 23 Juli 2026, sebagaimana dikutip Middle East Monitor pada Jumat, 24 Juli 20276, Trump mengaku hampir mengambil keputusan terkait operasi tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa belum ada keputusan akhir yang ditetapkan.

"Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kami sudah siap sepenuhnya untuk itu," kata Trump dalam wawancara dengan Axios tersebut.

Baca Juga: Trump Peringatkan China dan Rusia agar Tak Pasok Senjata ke Iran

Trump juga menyebut Israel dapat bergabung dalam operasi terbaru Amerika Serikat tersebut "hampir seketika" apabila diminta.

Meski demikian, dua pejabat Amerika Serikat yang identitasnya tidak diungkapkan mengatakan kepada Axios bahwa hingga saat ini belum ada perintah militer baru yang diterbitkan.

Serangan Ditunda Setelah 13 Hari Berturut-turut

Laporan The New York Times dan Axios yang dikutip AFP serta Al Jazeera menyebut Trump akhirnya memutuskan menunda rencana serangan ke Iran setelah 13 hari berturut-turut melancarkan operasi udara.

Menurut The New York Times yang mengutip pejabat pemerintahan Trump, keputusan itu diambil karena meningkatnya kekhawatiran bahwa eskalasi konflik berpotensi menguras stok rudal pencegat Patriot serta persediaan amunisi pertahanan udara lainnya di Timur Tengah yang mulai menipis.

Keputusan tersebut diambil setelah Trump menggelar pertemuan dengan para penasihat utama dan sejumlah anggota senior kabinet pada Jumat lalu.

Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. <b>(Antara)</b> Arsip - Asap membubung setelah ledakan menghantam wilayah timur laut, barat, dan pusat di tengah serangan Israel di Teheran, Iran, pada Rabu, 1 April 2026. (Antara)

Sementara itu, Axios mengutip dua sumber yang mengetahui keputusan tersebut dan menyebut belum dapat dipastikan apakah penghentian serangan hanya bersifat sementara atau akan diperpanjang.

Laporan tersebut juga menyebut keputusan Trump mencerminkan keinginannya memberi ruang lebih besar bagi jalur diplomasi. Selain itu, pemerintah AS disebut menilai intensitas serangan yang dilakukan selama ini telah mencapai batas efektivitas tanpa harus kembali menggelar operasi tempur berskala besar.

Meski demikian, sumber yang sama mengungkapkan militer AS tetap menyiapkan berbagai skenario apabila operasi militer besar kembali diperlukan.

Harapan Diplomasi Kembali Muncul

Penghentian sementara serangan udara itu memunculkan kembali harapan bagi dimulainya proses negosiasi setelah hampir dua pekan pemboman yang berlangsung setiap malam. Namun, sejumlah media Amerika Serikat juga menilai jeda tersebut tidak lepas dari tekanan terhadap stok rudal Patriot dan sistem pertahanan udara lainnya.

Sebelumnya, konflik yang meluas hingga kawasan Selat Hormuz telah menggagalkan berbagai upaya diplomatik antara Washington dan Teheran. Ketegangan kemudian berkembang tidak hanya di jalur energi strategis tersebut, tetapi juga mencakup serangan terhadap pangkalan militer AS, pelayaran regional, serta sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Baca Juga: Iran Bantah Klaim Trump, Tegaskan Konflik dengan AS Tak Akan Berakhir!

Di sisi lain, CNN yang mengutip sumber di Pentagon melaporkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran untuk sementara "ditangguhkan". Laporan itu muncul setelah Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan dengan "tingkat yang jauh lebih tinggi."

Pada Jumat, Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya belum menentukan apakah Amerika Serikat akan kembali menjalankan operasi militer secara penuh.

"Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius," katanya kepada wartawan.

TERKINI

Load More
x|close