Israel Kaget Iran Bisa Cepat Bangun Kembali Infrastruktur Militer Pascaperang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 09:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Foto yang diambil pada 20 April 2026 ini menunjukkan bendera nasional Iran berkibar di sebuah bangunan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran. Foto yang diambil pada 20 April 2026 ini menunjukkan bendera nasional Iran berkibar di sebuah bangunan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Citra satelit terbaru memperlihatkan Iran bergerak cepat memulihkan berbagai infrastruktur yang rusak akibat perang, mulai dari pangkalan rudal bawah tanah, jembatan, fasilitas produksi, hingga pelabuhan. Proses rekonstruksi yang berlangsung dalam waktu singkat itu disebut memicu kekhawatiran di kalangan pejabat pemerintahan Israel.

Mengutip laporan Wall Street Journal, citra satelit dari wilayah barat Iran pada Maret lalu memperlihatkan pintu masuk terowongan serta jalan menuju pangkalan rudal mengalami kerusakan. Namun, hanya dalam hitungan beberapa pekan, jalur akses tersebut telah diaspal kembali dan pintu masuk terowongan berhasil dibangun ulang.

Di sisi lain, citra satelit yang direkam pada awal Juli menunjukkan sebagian galangan kapal yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran di Pelabuhan Bandar Anzali, Laut Kaspia, juga telah menjalani proses rekonstruksi.

Foto satelit lainnya turut memperlihatkan pembangunan kembali sebagian kompleks Industri Raja Shimi di dekat Teheran. Fasilitas tersebut diyakini memproduksi berbagai komponen rudal, dengan sejumlah bangunan baru terlihat telah berdiri.

Mantan komandan pertahanan udara dan rudal Israel, Ran Kochav, menilai laju pemulihan tersebut menunjukkan kemampuan Iran dalam membangun kembali fasilitas strategis sekaligus mengisi ulang persenjataan rudalnya.

Baca Juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS yang Dibawa PM Irak

"Mereka mengisi kembali persediaan mereka. Mereka memiliki kemampuan industrialisasi dan rekonstruksi yang sangat mengesankan," ujar Kochav.

Senada dengan itu, analis senior di Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar, menyebut anggapan bahwa stok rudal Iran telah menipis ternyata tidak terbukti.

"Ternyata rumor tentang berakhirnya atau berkurangnya rudal secara signifikan itu salah," kata Inbar.

Seorang pejabat militer Israel lainnya juga menilai Iran masih memiliki kemampuan teknis untuk memulihkan sebagian besar infrastruktur militernya, termasuk fasilitas produksi rudal.

  Arsip - Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan udara mengawali operasi terhadap target Houthi yang didukung Iran di seluruh Yaman, pada, 15 Maret 2025 <b>(Antara)</b> Arsip - Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan udara mengawali operasi terhadap target Houthi yang didukung Iran di seluruh Yaman, pada, 15 Maret 2025 (Antara)

Menurutnya, banyak serangan yang terjadi hanya merusak akses masuk ke pangkalan rudal bawah tanah tanpa menghancurkan fasilitas utama. Kondisi tersebut memungkinkan Iran kembali mengambil persenjataan yang disimpan di dalamnya sekaligus membuka kembali akses menuju terowongan.

Sementara itu, peneliti King's College London, Jim Lamson, memperkirakan beberapa fasilitas manufaktur komponen rudal memang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk kembali beroperasi. Meski demikian, ia menilai Iran kemungkinan masih memiliki stok komponen yang disimpan di fasilitas bawah tanah sehingga dapat digunakan untuk merakit ratusan rudal dan drone baru dalam waktu relatif singkat.

x|close