Iran Peringatkan Warga Timur Tengah Jauhi Lokasi Adanya Pasukan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jul 2026, 11:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Iran. Ilustrasi - Rudal Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan kepada warga sipil di kawasan Timur Tengah agar tidak berada di dekat lokasi yang ditempati personel militer Amerika Serikat.

"Kami memperingatkan masyarakat umum di negara-negara tempat tentara AS ditempatkan untuk segera menjauh dari radius 500 meter dari tempat-tempat persembunyian tentara Amerika, demi keselamatan," demikian pernyataan IRGC seperti dikutip dari AFP, Jumat, 25 Juli 2026.

Peringatan itu disampaikan setelah Iran melancarkan serangan drone ke sejumlah fasilitas dan pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait pada Jumat (25/7). Serangan tersebut diklaim sebagai aksi balasan atas serangan yang lebih dahulu dilakukan Amerika Serikat.

Salah satu sasaran yang diklaim Iran adalah pusat data milik Amazon di Bahrain. Namun hingga kini, baik pihak Amazon maupun pemerintah Bahrain belum memberikan tanggapan terkait klaim tersebut.

"Pagi ini, tangki bahan bakar, gudang peralatan besar dan silo, serta barak pasukan tentara teroris AS di Pangkalan Udara Isa di Bahrain menjadi sasaran drone kamikaze Arash," kata pernyataan IRGC.

Baca Juga: Iran Terus Luncurkan Serangan Rudal ke Kuwait dan Bahrain, Sirene Meraung-raung

Sejauh ini, pemerintah AS belum mengonfirmasi adanya serangan terhadap fasilitas maupun personel militernya. Sementara itu, Bahrain menyatakan telah berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah serangan udara yang dilancarkan Iran.

Di Yordania, drone Iran disebut menyasar hanggar pesawat, hanggar pemeliharaan penerbangan, serta barak militer di Pangkalan Al Azraq.

Dalam pernyataan terpisah, Iran juga mengklaim telah mengirimkan drone ke gudang peralatan militer AS di Camp Udairi serta lokasi personel Amerika di Camp Hoda dan Camp Arifjan yang berada di Kuwait.

Selain itu, Teheran menyebut serangannya turut menyasar silo penyimpanan peralatan di Camp Udairi, Kuwait, dan menara pengawas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Iran menegaskan bahwa seluruh fasilitas atau pangkalan di kawasan Timur Tengah yang digunakan militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai target yang sah untuk aksi pembalasan.

TERKINI

Load More
x|close