Ntvnews.id, Taheran - Militer Iran kembali melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Kali ini, rudal dan pesawat nirawak (drone) diarahkan ke wilayah Bahrain dan Kuwait, sehingga memicu respons cepat dari kedua negara.
"Iran terus melanjutkan pendekatan permusuhan yang sistematis melalui serangan-serangan kriminal yang menargetkan warga sipil di Kerajaan Bahrain," demikian pernyataan Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain, seperti dikutip dari CNN, Rabu, 22 Juli 2026.
Pemerintah Bahrain menyatakan sistem pertahanan udaranya telah berada dalam kondisi siaga dan berhasil menggagalkan serangan yang dilancarkan Iran.
"Sistem pertahanan udara Angkatan Pertahanan Bahrain telah menghadapi, mencegat, dan menghancurkan sejumlah serangan udara Iran yang berbahaya hari ini," lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Trump Peringatkan Iran Bakal Bayar Mahal Kalau Ada Tentara AS yang Tewas Lagi
Serangan udara juga dilaporkan terjadi di Kuwait. Menurut AFP, angkatan bersenjata Kuwait menyatakan tengah menghadapi ancaman rudal dan drone dari pihak musuh, meski tidak secara langsung menyebut Iran sebagai sumber serangan.
"Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang mencegat serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) musuh sebagai bagian dari agresi keji Iran," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Kuwait.
Di tengah situasi tersebut, sirene peringatan terdengar di berbagai wilayah Bahrain dan Kuwait. Pemerintah kedua negara mengimbau masyarakat untuk segera menuju lokasi yang aman sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan.
Ilustrasi - Rudal Iran. (Antara)