Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain dengan Drone Kamikaze

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jul 2026, 13:34
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Asap membubung dari bagian tenggara kota menyusul terjadinya ledakan baru di lokasi yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel di Teheran, Iran, pada 8 Maret 2026. Arsip - Asap membubung dari bagian tenggara kota menyusul terjadinya ledakan baru di lokasi yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel di Teheran, Iran, pada 8 Maret 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Militer Iran melancarkan serangan drone yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain sebagai bagian dari fase ke-11 operasi Saegheh. Aksi tersebut merupakan serangan balasan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Dalam pernyataannya, militer Iran mengatakan target serangan adalah Pangkalan Udara Al-Sakhir, yang menjadi lokasi penempatan helikopter militer AS serta pesawat patroli dan pengintai P-8. Serangan dilakukan menggunakan drone kamikaze Arash.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 17 Juli 2026, menurut militer Iran, operasi tersebut merupakan respons atas serangan Amerika Serikat yang sebelumnya menghantam infrastruktur sipil dan menewaskan warga sipil di Iran.

Iran juga menegaskan akan memberikan respons cepat dan tegas apabila terjadi aksi permusuhan lanjutan dari Amerika Serikat. Militer Iran memperingatkan bahwa setiap upaya meremehkan tekad maupun kemampuan tempur angkatan bersenjata Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan menimbulkan biaya yang besar.

Baca Juga: Iran Pajang Poster di Peti Bertuliskan Matilah Trump

Di Bahrain, sirene peringatan serangan udara sempat berbunyi di berbagai wilayah. Kementerian Dalam Negeri Bahrain kemudian mengimbau seluruh warga dan penduduk agar tetap tenang serta segera menuju lokasi perlindungan terdekat.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Februari lalu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran menggelar serangkaian serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Pada bulan lalu, Iran dan Amerika Serikat sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.

Namun, situasi kembali memanas dalam beberapa hari terakhir menyusul meningkatnya eskalasi di kawasan Selat Hormuz, di mana kedua negara kembali saling melancarkan serangan.

x|close