Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran mengecam serangan militer Amerika Serikat (AS) yang menghantam area di dekat rumah sakit khusus kanker anak di Kota Ahvaz, barat daya Iran. Teheran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan barbar yang memaksa ratusan pasien anak dievakuasi.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 17 Juli 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Rumah Sakit Shahid Baqaei harus melakukan evakuasi darurat pada Rabu, 15 Juli 2026 malam setelah serangan AS menghantam lokasi di sekitar fasilitas kesehatan tersebut.
Menurut Baqaei, sebanyak 211 anak yang sedang menjalani perawatan kanker, termasuk kemoterapi, terpaksa dipindahkan akibat situasi yang ditimbulkan oleh serangan itu.
Ia menggambarkan insiden tersebut sebagai "serangan barbar," yang disebutnya "menyebabkan penderitaan dan kecemasan yang parah" bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan serta memaksa evakuasi darurat terhadap 211 pasien.
Baca Juga: Iran Panggil Dubes Inggris Soal Tetapkan IRGC Sebagai Ancaman Nasional
Baqaei juga menyebut operasi militer Amerika Serikat itu sebagai "kejahatan perang yang pengecut" terhadap anak-anak. Ia membandingkan serangan tersebut dengan aksi militer Israel yang sebelumnya menyasar fasilitas layanan kesehatan.
"Mereka yang tanpa henti mengkhotbahkan hak asasi manusia, namun dengan sengaja menutup mata terhadap penargetan rumah sakit dan pusat kesehatan, telah kehilangan seluruh kredibilitas moral mereka," tambahnya.
Sebelumnya, kantor berita Mehr melaporkan bahwa serangan udara AS menghantam kawasan di sekitar Rumah Sakit Shahid Baqaei sehingga memaksa evakuasi anak-anak yang tengah menjalani perawatan kanker.
Pernyataan keras dari pemerintah Iran disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait situasi di Selat Hormuz. Kedua negara kembali terlibat aksi saling serang meskipun sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mendorong terciptanya perdamaian jangka panjang.
Arsip - Asap membubung dari bagian tenggara kota menyusul terjadinya ledakan baru di lokasi yang menjadi sasaran serangan AS dan Israel di Teheran, Iran, pada 8 Maret 2026. (Antara)