AS Gempur Iran Selama 90 Menit Tanpa Henti

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 05:48
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Asap membubung setelah Iran melancarkan serangan rudal yang menargetkan markas armada kelima milik Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, pada 28 Febuari 2026. Ilustrasi - Asap membubung setelah Iran melancarkan serangan rudal yang menargetkan markas armada kelima milik Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, pada 28 Febuari 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Amerika Serikat kembali menggencarkan serangan udara terhadap Iran dengan melancarkan operasi selama 90 menit tanpa henti pada Rabu, 15 Juli 2026 waktu setempat.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi dimulai pukul 06.00 waktu Timur AS (ET) dan berakhir pada pukul 07.30 ET. Aksi militer ini menjadi bagian dari rangkaian serangan yang telah dilakukan Washington dalam beberapa malam terakhir terhadap sejumlah target di Iran.

CENTCOM mengklaim operasi tersebut berhasil menghantam sejumlah sasaran strategis, termasuk fasilitas persenjataan Iran yang berada di Pulau Greater Tunb.

"Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) meluncurkan amunisi berpemandu presisi ke sistem pertahanan pesisir serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama operasi yang berlangsung 90 menit. Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 16 Juli 2026.

Sebelumnya, CENTCOM juga menjelaskan bahwa sasaran utama serangan kali ini adalah infrastruktur militer Iran yang dinilai menjadi ancaman bagi kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

"Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan militer yang telah digunakan pasukan Iran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," kata CENTCOM dalam sebuah unggahan di akun X, dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga: Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Iran Jika Negosiasi Gagal

Washington terus meningkatkan intensitas operasi militernya di kawasan Selat Hormuz setelah sebelumnya terlibat baku tembak dengan pasukan Iran di wilayah tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan pada Rabu pagi bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer AS terlibat kontak senjata di salah satu jalur strategis pengiriman minyak dunia tersebut.

Mengutip Tasnim News Agency, otoritas Provinsi Hormozgan menyatakan suara ledakan yang terdengar di Bandar Abbas, sejumlah kota pesisir, serta beberapa pulau Iran dipicu oleh bentrokan bersenjata yang terjadi di kawasan selat.

Sementara itu, Mehr News melaporkan ledakan yang terdengar di wilayah timur Sirik juga berkaitan dengan baku tembak yang berlangsung di perairan Teluk di sekitar lokasi tersebut.

Pulau Greater Tunb sendiri merupakan pulau kecil yang berada di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz. Sejumlah analis menilai plau tersebut merupakan bagian dari "sabuk pertahanan utama" (arch defense) Iran.

x|close