Perlawanan Iran Soal AS Campuri Pengelolaan Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Foto yang diambil dengan ponsel ini menunjukkan kapal dagang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, Jumat, 29 Mei 2026. Foto yang diambil dengan ponsel ini menunjukkan kapal dagang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, Jumat, 29 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan Iran tidak akan memberikan ruang bagi Amerika Serikat (AS) untuk ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz. Menurutnya, berbagai tindakan Washington selama ini justru mengancam stabilitas kawasan.

Zolfaghari menuding Amerika Serikat berulang kali melakukan tindakan yang dinilai membahayakan keamanan regional, perdagangan internasional, serta jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Petualangan dan tindakan jahat berulang kali yang dilakukan Amerika Serikat untuk mencampuri pengelolaan Selat Hormuz, telah secara serius membahayakan keamanan kawasan, perdagangan internasional, serta lalu lintas kapal tanker minyak dan kapal komersial," ujarnya dilansir dari AFP, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia kembali menegaskan sikap Teheran yang menolak segala bentuk keterlibatan AS dalam pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut.

"Menyusul peringatan kami sebelumnya, dalam keadaan apa pun kami tidak akan membiarkan, dan tidak akan pernah memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk mencampuri pengelolaan Selat Hormuz," kata Zolfaghari.

Baca Juga: Terpopuler: DJKA Akui Beri Jatah Rp100 Juta ke Gus Miftah, Bom Rakitan di MAN 3 Padang

Selain itu, militer Iran juga memperingatkan akan mengambil langkah tegas terhadap setiap tindakan yang dinilai mengganggu keamanan di kawasan, khususnya yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menindak dengan sangat tegas setiap bentuk gangguan dan ketidakamanan terhadap jalur perlintasan kapal komersial serta tanker minyak yang dilakukan oleh militer agresor dan perompak Amerika, yang melintas di luar rute yang telah ditentukan oleh Iran serta tanpa izin dari Angkatan Bersenjata Iran," katanya.

Ia menambahkan bahwa langkah-langkah yang telah diambil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersama Angkatan Bersenjata Iran dalam beberapa hari terakhir menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.

"Tindakan tegas dan kuat dari IRGC serta Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dalam beberapa hari terakhir merupakan bukti nyata dari penegasan ini," ucapnya.

x|close