Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tetap akan melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini.
Namun, besaran anggaran yang akan dipangkas masih menunggu perhitungan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saya nggak tahu kita lihat nanti. BGNnya lagi bingung kali ya, lagi menghitung. Tapi jelas akan ada efisiensi," ucap Purbaya, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Purbaya, efisiensi anggaran MBG akan dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat.
Dalam hal ini, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan akan mengawasi pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.
Baca juga: Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Belum Optimal: Ada Kendala Sana-sini
Baca juga: Rupiah Masih di Rp18 Ribu per Dolar, Purbaya Yakin Investor Kembali ke RI
"Kita akan jalankan dari tim perbendaharaan. Seluruh Indonesia akan mengecek seluruh BGN yang ada. Nanti kalau jelek kita lapor, kalau perlu ditutup, kita tutup," lanjutnya.
Selain MBG, Purbaya juga memastikan penyaluran anggaran untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan dilakukan secara hati-hati.
Pemerintah, hanya akan membayarkan kewajiban pembiayaan kepada koperasi yang telah lolos audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Untuk KDMP saya bayar cicilannya setiap tahun untuk koperasi yang sudah diaudit oleh BPKP. Jadi aman, tidak ada masalah. Kalau gagal audit, ya tidak dibayar," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait realisasi anggaran belanja untuk sektor pendidikan pada 2025 mencapai 19,1 persen. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)