Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya akan memperluas operasi militer terhadap Iran dengan menyasar infrastruktur penting, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, apabila Teheran tidak bersedia kembali ke meja perundingan. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa, 14 Juli 2026, waktu setempat.
Trump menegaskan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran akan menjadi sasaran apabila pemerintah Iran tetap menolak membuka kembali jalur negosiasi.
Menurut Trump, kekuatan militer Iran kini telah mengalami kemunduran signifikan akibat rangkaian serangan yang dilakukan Amerika Serikat. Ia juga menegaskan operasi militer akan terus berlangsung hingga dirinya memutuskan untuk menghentikannya.
Trump mengungkapkan bahwa perwakilannya baru-baru ini telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat Iran. Saat ditanya mengenai pesan yang disampaikan kepada Teheran, ia menjawab, "sebaiknya Anda membuat kesepakatan. Tidak akan ada yang tersisa bagi Anda".
Baca Juga: Trump Gelar Rapat di Gedung Putih Bahas Rencana Serangan Lebih Luas ke Iran
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada Selasa, 14 Juli 2026, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran untuk hari keempat secara berturut-turut. Di hari yang sama, Washington juga kembali memberlakukan blokade di Selat Hormuz.
Dalam keterangannya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan, "Pasukan AS pada hari ini pukul 16.00 Eastern Time (Rabu, 15 Juli 2026 pukul 03.00 WIB) kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang melintas menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan serta wilayah pesisir Iran."
Baca Juga: AS Luncurkan Serangan ke Sejumlah Sasaran Militer Iran di Sekitar Selat Hormuz
Tak lama sebelum blokade diberlakukan, militer AS kembali menggempur sejumlah target di Iran. Berdasarkan pernyataan CENTCOM, operasi tersebut dilakukan untuk "terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," demikian menurut pernyataan tersebut.
(Sumber: Antara)
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada Rabu, 8 Juli 2026. (Antara)