Ntvnews.id, Washington - Militer Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz mulai Selasa, 14 Juli 2026, sebagaimana diumumkan oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
"Pasukan AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang transit menuju dan dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran pada hari ini pukul 16.00 Eastern Time (Rabu, 15 Juli 2026, pukul 03.00 WIB)," ungkap Komando Pusat (CENTCOM) AS dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.
CENTCOM juga menegaskan kesiapan militernya di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Trump Berlakukan Lagi Blokade Iran, Usulkan Biaya Keamanan 20 Persen di Selat Hormuz
"Saat ini, terdapat lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer yang beroperasi di seluruh Timur Tengah. Pasukan Amerika tetap waspada, mematikan, dan siap siaga," imbuh pernyataan tersebut.
Menurut CENTCOM, sekitar satu jam sebelum kebijakan blokade kembali diberlakukan, militer AS telah lebih dahulu melancarkan serangkaian serangan tambahan ke sejumlah target militer Iran.
Sebelumnya pada Selasa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi seluruh pelayaran internasional, kecuali bagi kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran. Ia menegaskan kebijakan blokade laut akan tetap diterapkan.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Memanas: CENTCOM Alihkan 141 Kapal Komersial di Tengah Negosiasi Alot AS-Iran
"Oleh karena itu, kami akan memberlakukan Blokade PENUH, namun hanya terhadap Kapal-Kapal yang berlayar menuju dan dari pelabuhan Iran, atau membawa kargo Iran," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
(Sumber: Antara)
Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial (Antara)