BPJS Kesehatan Siapkan Langkah Strategis Hadapi Rasio Klaim JKN yang Tembus 108 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 23:00
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (keempat kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman (kedua kiri) dalam Hari Ulang Tahun ke-58 BPJS Kesehatan di Jakarta Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito (keempat kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman (kedua kiri) dalam Hari Ulang Tahun ke-58 BPJS Kesehatan di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - BPJS Kesehatan menyiapkan sejumlah strategi yang berfokus pada keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menyusul rasio klaim yang telah mencapai 108 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya tantangan dalam pembiayaan program.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan transformasi perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara mutu layanan, perluasan kepesertaan, serta kesehatan finansial program. Karena itu, kebijakan yang akan diterapkan tidak hanya menyasar aspek operasional, tetapi juga memperkuat fondasi keuangan dan kualitas pelayanan.

"Salah satu upaya yang akan didorong adalah integrasi kepesertaan Program JKN dengan layanan publik, disertai pengembangan layanan non tatap muka melalui pemanfaatan teknologi digital agar akses layanan semakin mudah dan efisien," katanya di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Prihati, peluang untuk memperkuat pendanaan Program JKN masih terbuka melalui peningkatan kepatuhan peserta serta perluasan cakupan kepesertaan. Ia juga berharap hadirnya regulasi baru dapat mendukung keberlanjutan program sehingga manfaat JKN tetap dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Perluas Akses Layanan JKN hingga Wilayah 3T

Bertepatan dengan peringatan HUT ke-58, BPJS Kesehatan menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi atas perjalanan penyelenggaraan jaminan kesehatan yang terus berkembang dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Saat ini, jumlah peserta JKN telah mencapai sekitar 285 juta jiwa.

"Hingga saat ini, Program JKN telah menjadi salah satu program strategis nasional yang memberikan perlindungan kesehatan bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Berbagai upaya penyempurnaan telah dilakukan," katanya.

Ia menambahkan, perjalanan panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan di Indonesia membuktikan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan program. Capaian yang diraih hingga kini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan.

Hal senada disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman. Menurutnya, Program JKN menjadi salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan nasional yang selaras dengan visi pembangunan kesehatan dan Asta Cita Presiden.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Optimalkan LANURI dan VIOLA Percepat Reaktivasi Peserta PBI JKN

Dudung menyebut BPJS Kesehatan juga berkontribusi dalam empat program kolaboratif prioritas pemerintah, mulai dari pemantauan kesehatan siswa dan petugas SPPG hingga pengiriman tenaga kesehatan ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Meski demikian, ia mengingatkan masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, seperti keberlanjutan pendanaan jaminan sosial, peningkatan kepatuhan peserta, serta penguatan sinergi dengan fasilitas kesehatan.

Karena itu, Dudung menegaskan pentingnya komitmen dan kerja sama yang erat antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat agar keberlangsungan Program JKN tetap terjaga sekaligus kualitas layanannya terus meningkat.

(Sumber: Antara)

x|close