BPJS Kesehatan Berangkatkan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga layani warga kepulauan Sumenep

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 13:08
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Prihati Pujowaskito di sela pemberangkatan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) ke wilayah kepulauan di Sumenep, Madura, Minggu, 12 Juli 2026. Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Prihati Pujowaskito di sela pemberangkatan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) ke wilayah kepulauan di Sumenep, Madura, Minggu, 12 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Surabaya - BPJS Kesehatan memberangkatkan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di sejumlah wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan pemerataan akses layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di daerah kepulauan.

"Dalam proses pelayanan BPJS Kesehatan, kita ingin berusaha merata aksesnya di seluruh wilayah,” ujar Prihati di Tanjung Perak, Surabaya, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurutnya, kapal rumah sakit tersebut akan melayani warga di sejumlah pulau yang selama ini memiliki akses kesehatan terbatas, seperti Pulau Raas, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu.

Baca JugaBPJS Kesehatan: Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, Layanan Digunakan 725,3 Juta Kali pada 2025

Prihati menjelaskan, apabila suatu daerah belum memiliki fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan, BPJS Kesehatan dapat memberikan kompensasi berupa layanan kesehatan bergerak dengan syarat memperoleh surat dari pemerintah daerah.

"Jika daerah belum tersedia fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat, maka BPJS Kesehatan bisa memberikan kompensasi untuk mengadakan layanan bergerak asalkan ada surat dari pemerintah daerah," katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), yang menjadi salah satu prioritas BPJS Kesehatan dalam memperluas jangkauan layanan.

Prihati juga memastikan seluruh operasional kapal rumah sakit dilakukan dengan mengedepankan standar keselamatan dan mutu pelayanan.

Baca JugaBPJS Kesehatan dan KPK Perkuat Kerja Sama Pencegahan Korupsi

"Kami memastikan kapal rumah sakit terapung ini bergerak dengan standar operasional prosedur (SOP) ketat, baik untuk mutu pelayanan pasien maupun keselamatan para petugas medis," katanya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, dr Agus Harianto, mengatakan program pelayanan kesehatan tersebut akan berlangsung pada 14 hingga 24 Juli 2026 dengan menyasar sejumlah pulau di Kabupaten Sumenep.

"Target kami sendiri menyiapkan untuk satu pulau minimal 100 pasien. Tapi pasien secara total hingga akhir program biasanya sampai ribuan," katanya.

Ia menjelaskan tingginya jumlah pasien diperkirakan berasal dari masyarakat di pulau tujuan maupun warga dari pulau-pulau sekitar yang datang ke lokasi tempat kapal bersandar.

Selain pelayanan kesehatan umum, tim medis juga menyiapkan tindakan operasi sesuai kebutuhan masyarakat.

"Tim medis menargetkan rata-rata lima operasi besar per hari di setiap pulau, sedangkan operasi minor dapat dilakukan dalam jumlah lebih banyak sesuai kebutuhan dan rujukan fasilitas kesehatan setempat," ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close