Ntvnews.id, Jakarta - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) 2026 di Gedung ASEEC, Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, pada Sabtu (4/7/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus ruang diskusi mengenai penguatan peran intelektual Muslim dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Mengusung tema "Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif", Muswil ICMI Jawa Timur akan diisi dua agenda utama, yakni Seminar Nasional pada pagi hari dan sidang organisasi yang berlanjut hingga sore.
Ketua Steering Committee (SC), Prof. Annis Catur Adi, mengatakan tema tersebut menjadi ajakan bagi kalangan cendekiawan untuk kembali mengambil peran strategis sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, ICMI diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan-gagasan yang tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Baca Juga: Jakarta Pecahkan Rekor MURI Pembuatan Eco Enzyme Terbanyak
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC), Imam Budi Utomo, menjelaskan Muswil tahun ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga forum yang mempertemukan akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, dan komunitas lintas agama untuk membangun pemikiran bersama bagi masa depan Jawa Timur dan Indonesia.
Seminar Nasional yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Ketua Umum ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN, Prof. Arief Satria, dijadwalkan membahas tantangan ICMI ke depan serta pentingnya memperkuat budaya riset agar hasil-hasil keilmuan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan pembangunan nasional.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga akan memaparkan peluang sinergi antara ICMI Jawa Timur dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan publik yang berbasis ilmu pengetahuan, data, dan kebutuhan masyarakat.
Dari kalangan akademisi, Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Airlangga Prof. Nafik Hadi Ryandono akan mengulas peran ICMI sebagai komunitas intelektual yang diharapkan mampu melahirkan solusi, memperkuat etika publik, serta menjadi penggerak peradaban di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Baca Juga: Daud Joseph Mundur dari Dirut Pos Indonesia, Danantara Siapkan Kepemimpinan Baru
Seminar tersebut juga menghadirkan Ketua Umum Persatuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) Jawa Timur, Dr. Daniel Rohi. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog lintas agama dan kolaborasi antar-komunitas intelektual dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif.
Diskusi akan dipandu oleh Prof. Dr. Hj. Hesti Arimulan yang merupakan pengurus ICMI Jawa Timur sekaligus Guru Besar Universitas Surabaya (UBAYA).
Setelah seminar berakhir, Muswil akan dilanjutkan dengan agenda organisasi mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Sidang akan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan ICMI Jawa Timur periode 2021–2026, sekaligus memilih Ketua Umum beserta jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2026–2031.
Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2021–2026 Ulul Albab bersama Sekretaris Pitono Nugroho dijadwalkan menyampaikan laporan capaian organisasi selama lima tahun terakhir sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi kepengurusan berikutnya.
Melalui Muswil 2026, ICMI Jawa Timur menargetkan lahirnya kepemimpinan baru yang mampu memperkuat peran organisasi sebagai rumah besar kaum intelektual Muslim, sekaligus meningkatkan sinergi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta komunitas lintas agama dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Dr. H. Ulul Albab, M.S. menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur (Istimewa)