3 Gunung Api Indonesia Erupsi Beruntun pada Selasa Malam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 23:47
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Luncuran awan panas akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Rabu, 19 November 2025. Luncuran awan panas akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Rabu, 19 November 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktivitas vulkanik terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Semeru mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Geologi, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, tercatat mengalami tiga kali letusan dalam rentang beberapa jam.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 20.36 WIT dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak. Selanjutnya, letusan kembali terjadi pada pukul 20.58 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter.

Aktivitas erupsi Gunung Ibu kembali tercatat pada pukul 23.11 WIT. Kali ini, abu vulkanik membubung hingga 600 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu tersebut teramati bergerak ke arah timur laut dan timur.

Badan Geologi menetapkan status aktivitas Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada.

Sementara itu, erupsi juga terjadi di Gunung Lewotobi Laki-laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Gunung tersebut tercatat mengalami letusan pada pukul 21.09 Wita.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menghasilkan kolom abu berwarna kelabu tebal yang mencapai ketinggian 300 meter di atas puncak. Arah sebaran abu terpantau menuju barat dan barat laut.

Getaran erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 11 milimeter pada seismogram dengan durasi 109 detik. Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Siaga.

Di Jawa Timur, Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada pukul 20.33 WIB.

Visual letusan Gunung Semeru tidak dapat diamati karena kondisi puncak tertutup kabut. Namun, Petugas Pemantau Gunung Api Semeru mencatat getaran erupsi pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan berlangsung selama 235 detik.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena kawasan tersebut memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close