2 Pendaki Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Berpelukan di Dekat Kawah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 11:28
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
im SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). ANTARA/HO-Humas Basarnas. im SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). ANTARA/HO-Humas Basarnas. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dua pendaki asal Singapura yang sempat hilang akibat erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, Minggu (10/5/2026). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar kawah gunung.

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, total korban jiwa dalam insiden erupsi Gunung Dukono bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, seorang pendaki bernama Angel Krishela Pradita telah lebih dulu ditemukan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa kedua jenazah ditemukan sekitar 20 meter dari bibir kawah. Kondisi korban disebut sudah sangat mengenaskan karena tubuh mereka tidak lagi utuh dan hanya menyisakan tulang belulang.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pabrik Kayu di Ciputat

“Kondisi jenazah kami sulit menjelaskan, yang pasti sudah dievakuasi dua orang yang hilang, dan memang sudah sangat tidak utuh,” ujar Iwan Ramdani, Minggu (10/5/2026).

Menurut tim SAR, kedua korban ditemukan dalam posisi berpelukan. Proses evakuasi berlangsung cukup berat lantaran jasad korban tertimbun material vulkanik serta batu besar di sekitar lokasi.

Petugas bahkan harus melakukan penggalian manual karena jenazah tertindih batu berdiameter sekitar dua meter. Identitas kedua korban diketahui bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), keduanya warga negara asing asal Singapura.

Evakuasi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIT dalam situasi yang penuh risiko. Selain medan yang berat, tim gabungan juga harus menghadapi aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih terjadi secara fluktuatif.

Operasi tersebut dipimpin langsung Pangdam XV/Pattimura, Dody Triwinarto. Ia menegaskan keterlibatan TNI merupakan bentuk komitmen untuk memastikan proses penyelamatan dan evakuasi berjalan aman.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.386 per Dolar AS, Dipicu Mandeknya Negosiasi AS-Iran

"Kehadiran TNI di sini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan aman, meskipun menghadapi tantangan alam yang ekstrem," tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto.

Selain ancaman erupsi, cuaca buruk berupa hujan dan badai di kawasan puncak gunung juga sempat menghambat pergerakan tim pencarian. Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah dibawa ke RSUD Tobelo untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Maluku Utara.

Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) diketahui sempat menjebak sedikitnya 20 pendaki di area puncak. Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil selamat, sementara tiga lainnya meninggal dunia.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban.

"Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga diberikan ketabahan," kata Sherly.

x|close