Trump Bertemu Xi Jinping di Beijing, Bahas Perdagangan hingga Keamanan Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 11:04
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). ANTARA/Xinhua/Shen Hong/aa. Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). ANTARA/Xinhua/Shen Hong/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam untuk menjalani pertemuan bilateral selama dua hari dengan Presiden China Xi Jinping.

Pemerintah AS melalui Gedung Putih pada Minggu, 10 Mei 2026 menyampaikan bahwa agenda utama dalam pertemuan tersebut akan mencakup isu ekonomi dan keamanan dengan mengedepankan prinsip “resiprositas dan keadilan” demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Amerika.

Setelah melalui persiapan selama beberapa pekan, pemerintahan Trump akhirnya memaparkan rincian agenda pembahasan yang meliputi perdagangan, kecerdasan buatan, Iran, hingga isu Taiwan. Seorang pejabat senior AS menegaskan bahwa Washington tidak mengubah kebijakan terkait Taiwan, wilayah berpemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai bagian dari teritorinya.

Pejabat tersebut juga mengatakan pemerintah AS tidak memperkirakan adanya perubahan kebijakan terhadap Taiwan dalam waktu dekat. Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi bahwa Xi Jinping akan mencoba memengaruhi sikap Washington, termasuk mendorong penghentian penjualan senjata AS kepada Taipei.

Menurut pejabat AS itu, penjualan senjata ke Taiwan yang disetujui selama tahun pertama masa jabatan kedua Trump disebut lebih besar dibandingkan keseluruhan masa pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.

Kunjungan kali ini menjadi lawatan pertama presiden AS ke China sejak kunjungan Trump pada 2017. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya konflik Iran dan situasi Timur Tengah yang masih belum stabil.

Baca Juga: Trump Klaim Xi Jinping Setuju Hentikan Kirim Senjata ke Iran

Trump dilaporkan telah beberapa kali berbicara dengan Xi mengenai konflik tersebut dan diperkirakan akan kembali membahas langkah-langkah untuk menghentikan permusuhan. Selain isu geopolitik, Gedung Putih menyebut kedua negara juga menargetkan tercapainya sejumlah kesepakatan komersial baru di sektor kedirgantaraan, pertanian, dan energi.

Rangkaian KTT dijadwalkan dimulai Kamis pagi dengan upacara penyambutan resmi, dilanjutkan kunjungan bersama ke Kuil Langit serta jamuan kenegaraan. Pada Jumat, Trump akan mengikuti agenda minum teh dan santap siang kerja bersama Xi sebelum meninggalkan Beijing.

Pejabat AS lainnya mengungkapkan China kemungkinan akan meningkatkan pembelian produk pertanian dan berbagai barang asal Amerika. Dalam kunjungan itu, Trump juga akan didampingi sejumlah eksekutif perusahaan besar AS.

Baca Juga: Pengadilan AS Batalkan Tarif Global 10 Persen Kebijakan Donald Trump

Pemerintahan Trump turut mendorong percepatan pembentukan “Dewan Perdagangan” dan “Dewan Investasi” antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Selain itu, kedua pihak juga diharapkan membuka jalur komunikasi baru terkait keamanan kecerdasan buatan.

Sebagai bagian dari persiapan akhir menjelang KTT, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Seoul pada Rabu. Keduanya diketahui telah memimpin negosiasi bilateral antara AS dan China sejak tahun lalu.

(Sumber: Antara)

x|close