Iran Bantah Tuduhan Serang Kapal Korea Selatan di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 11:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kedutaan Besar Iran untuk Korea Selatan membantah tuduhan bahwa negaranya menyerang kapal milik Korea Selatan di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis, 7 Mei 2026, Kedubes Iran menegaskan bahwa pasukan Teheran tidak terlibat dalam insiden ledakan yang menimpa kapal kargo Korea Selatan tersebut.

"(Iran) dengan tegas membantah dan secara kategoris menyangkal segala tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam insiden yang menyebabkan kerusakan pada kapal Korea di Selat Hormuz," demikian pernyataan Kedubes Iran di Korsel, seperti dikutip dari AFP, Jum'at, 8 Mei 2026.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran berada di balik serangan terhadap kapal kargo HMM Namu yang mengalami ledakan dan kebakaran pada Senin, 4 Mei 2026.

Kapal berbendera Panama itu dilaporkan terbakar saat melintas di Selat Hormuz yang tengah diblokade Iran.

Baca Juga: Kapal Milik Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Sejumlah Awak Terluka

Trump menyebut Iran melepaskan tembakan ke arah kapal ketika militer AS menjalankan operasi Project Freedom, yakni misi pengawalan kapal-kapal yang terjebak akibat blokade di Selat Hormuz.

"Iran telah melepaskan beberapa peluru terhadap negara-negara yang tidak terkait dengan pergerakan kapal, Project Freedom, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan," tulis Trump di Truth Social pada Senin (4/5).

"Selain kapal Korea Selatan, saat ini belum ada kerusakan yang terjadi di selat tersebut," lanjutnya.

Dalam keterangannya, Kedubes Iran di Seoul menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan bagian penting dari wilayah pertahanan Iran.

"Oleh karena itu, pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz memerlukan kepatuhan penuh terhadap peraturan yang berlaku," demikian isi pernyataan tersebut.

Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. <b>(Antara)</b> Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Iran juga mengingatkan bahwa pengabaian terhadap aturan yang berlaku di kawasan tersebut dapat memicu insiden yang tidak diinginkan.

"Tanggung jawab atas konsekuensi tersebut terletak pada pihak-pihak yang melanjutkan transit atau aktivitas di wilayah tersebut tanpa memperhatikan pertimbangan-pertimbangan ini," lanjut pernyataan Kedubes Iran.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai respons, Iran memperketat akses pelayaran di selat strategis tersebut hingga memicu gejolak harga minyak global.

Sebagai balasan, Trump memberlakukan blokade terhadap jalur pelayaran menuju dan keluar dari pelabuhan Iran dengan tujuan menekan Teheran agar membuka kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menangani sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga situasi di kawasan itu terus menjadi perhatian internasional.

x|close