AS Ancam Kenakan Tarif 25 Persen Buat Mobil Uni Eropa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 07:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia (23/5/2025). (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.) Arsip foto - Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia (23/5/2025). (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - United States disebut berpeluang segera memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen terhadap kendaraan buatan European Union apabila kesepakatan dagang antara kedua pihak tidak segera diratifikasi.

Duta Besar AS untuk Uni Eropa, Andrew Puzder, dalam wawancaranya dengan Bloomberg mengatakan kebijakan tersebut dapat diterapkan dalam waktu dekat bila tidak ada perkembangan berarti dalam proses negosiasi perdagangan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan rencananya untuk menaikkan tarif mobil dan truk asal Uni Eropa menjadi 25 persen mulai pekan ini.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Sindir Negara Arab Jad Boneka Amerika di Timur Tengah

Trump menilai Uni Eropa tidak menjalankan komitmen perdagangan yang sebelumnya telah disepakati bersama. Saat ini, AS diketahui sudah memberlakukan tarif sebesar 15 persen terhadap sebagian besar produk impor dari Uni Eropa sebagai bagian dari pengaturan perdagangan yang diumumkan pada Juli 2025.

Perselisihan dagang antara Washington dan Brussel semakin meningkat akibat adanya perbedaan pandangan mengenai batas waktu penyelesaian kesepakatan tersebut.

Menurut Puzder, target Uni Eropa yang ingin menyelesaikan perjanjian dagang pada Juli 2026 dianggap terlalu lama dan tidak dapat diterima oleh Trump. Presiden AS itu disebut menginginkan hasil yang lebih cepat serta mendesak pihak Uni Eropa agar segera mempercepat proses pembahasan.

Baca Juga: AS Minta Anak Diplomat Rusia Diberi Kewarganegaraan Amerika

Di sisi lain, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Bernd Lange, menegaskan bahwa Uni Eropa ingin menerapkan syarat yang lebih ketat dalam perjanjian dagang dengan Washington.

Salah satu poin yang diusulkan adalah kemungkinan pembatalan atau penghentian kesepakatan apabila AS kembali memberlakukan tarif baru secara sepihak di tengah berjalannya kerja sama perdagangan.

(Sumber: Antara)

x|close