DPR AS Desak Trump Akui Program Nuklir Rahasia Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 04:27
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers tak lama setelah insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner di Gedung Putih di Washington, DC, Alerika Serikat, Minggu (25/4/2026). ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers tak lama setelah insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner di Gedung Putih di Washington, DC, Alerika Serikat, Minggu (25/4/2026). ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Lebih dari 30 anggota Partai Demokrat di DPR Amerika Serikat mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk secara terbuka mengakui keberadaan program senjata nuklir rahasia milik Israel. Desakan itu disampaikan melalui surat yang dikirim kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Selama ini, Israel tidak pernah secara resmi mengonfirmasi keberadaan program nuklir tersebut. Di sisi lain, pemerintah AS selama puluhan tahun mempertahankan sikap ambigu terkait isu itu.

Namun, para anggota Kongres yang dipimpin Joaquin Castro meminta pendekatan tersebut dihentikan di tengah kebuntuan perang AS dan Israel melawan Iran.

"Kami, dalam arti sepenuhnya, sedang berperang berdampingan dengan sebuah negara yang program senjata nuklir potensialnya secara resmi ditolak untuk diakui oleh pemerintah Amerika Serikat," tulis para legislator dalam surat kepada Rubio, dikutip dari TRT World, Kamis, 7 Mei 2026.

Para anggota parlemen itu menyebut Amerika Serikat selama ini telah mengakui kemampuan nuklir sejumlah negara lain, baik sekutu maupun lawan, seperti Rusia, Tiongkok, Pakistan, India, Prancis, dan Korea Utara.

"Risiko salah perhitungan, eskalasi, dan penggunaan senjata nuklir dalam situasi ini bukanlah sesuatu yang teoritis," tulis mereka.

Baca Juga: Presiden Kuba Sebut Ancaman Militer AS di Era Trump Capai Tingkat Berbahaya

Para legislator juga menilai Kongres memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memperoleh informasi menyeluruh mengenai keseimbangan kekuatan nuklir di kawasan Timur Tengah, potensi eskalasi dari seluruh pihak yang terlibat konflik, serta langkah pemerintah AS dalam menghadapi kemungkinan tersebut.

"Kami tidak percaya telah menerima informasi itu," lanjut surat tersebut.

Selain itu, mereka turut menyoroti serangan Iran terhadap fasilitas nuklir Israel di kota Dimona selama konflik tahun ini. Para legislator meminta Rubio memberikan penjelasan terkait fasilitas tersebut, termasuk dugaan produksi material fisil seperti plutonium untuk bom nuklir.

"Catatan publik secara kuat dan konsisten mendukung kesimpulan bahwa Israel memiliki senjata nuklir," tulis mereka.

Kelompok Demokrat tersebut juga mengutip kebocoran informasi yang dilakukan Mordechai Vanunu pada 1986 mengenai program nuklir Israel sebagai salah satu bukti. Mereka turut merujuk penilaian intelijen AS tahun 1974 yang dipublikasikan ulang pada 2008, serta kesaksian Robert Gates saat menjalani sidang konfirmasi sebagai calon Menteri Pertahanan AS.

Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. <b>(Antara)</b> Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Antara)

Dalam sidang tersebut, Gates secara terbuka menyebut Israel memiliki senjata nuklir ketika membahas ambisi nuklir Iran.

"Mereka dikelilingi kekuatan yang memiliki senjata nuklir — Pakistan di timur mereka, Rusia di utara, Israel di barat, dan kami di Teluk Persia," kata Gates saat itu.

Para legislator meminta Rubio memberikan tanggapan resmi paling lambat 18 Mei mendatang.

Hingga kini, Israel tetap menjadi satu-satunya negara di dunia yang belum pernah secara resmi mengakui kepemilikan senjata nuklir.

Baca Juga: BPOM dan USFDA Sepakati Kerja Sama, Ekspor Rempah RI Makin Terjamin

Pada 2017, Israel memblokir pembahasan mengenai Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons dan sejak itu terus menolak resolusi Majelis Umum PBB terkait perjanjian tersebut.

Meski tidak diketahui pasti kapan program nuklir Israel dimulai, banyak pihak meyakini pengembangannya berlangsung menjelang Perang Enam Hari melawan Mesir, Suriah, dan Yordania pada 1967.

Sejak awal 1990-an, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkali-kali menyatakan Iran hampir memiliki senjata nuklir. Sementara itu, Iran terus membantah tuduhan tersebut dan menegaskan program nuklir mereka hanya diperuntukkan bagi kepentingan sipil.

x|close