Kapal Milik Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Sejumlah Awak Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Sebuah kapal milik perusahaan pelayaran CMA CGM menjadi sasaran serangan saat melintasi Selat Hormuz. Insiden yang pelakunya belum diketahui itu menyebabkan kerusakan pada kapal dan melukai beberapa awak.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026 waktu setempat di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

"Kapal CMA CGM San Antonio menjadi target serangan kemarin saat melintasi Selat Hormuz, yang mengakibatkan cedera pada beberapa awak kapal dan memicu kerusakan pada kapal," demikian pernyataan perusahaan pelayaran CMA CGM, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis, 7 Mei 2026.

Perusahaan asal Prancis itu menyebut para awak kapal yang mengalami luka telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapal berbendera Malta tersebut diserang sehari setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan Project Freedom, yakni operasi militer yang ditujukan untuk mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.

Baca Juga: Macron: Eropa Enggan Ikut Operasi Hormuz

Namun, dalam pernyataan terbaru pada Selasa, 5 Mei 2026, Trump mengatakan operasi tersebut untuk sementara dihentikan guna memberi ruang bagi upaya mencapai kesepakatan dengan Iran demi mengakhiri perang.

Di sisi lain, Teheran menolak menyerahkan kendali atas Selat Hormuz dan menjadikannya sebagai alat tawar dalam konflik yang dipicu serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas dunia, disebut mengalami gangguan besar sejak perang pecah.

Iran juga dilaporkan secara efektif membatasi lalu lintas di kawasan perairan strategis tersebut, memicu gejolak pasar energi global serta meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi jangka panjang. Sebelum konflik berlangsung, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz.

x|close