AS Desak Sekutu Bantu Buka Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 12:27
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat 1 Mei 2026. /ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa. Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat 1 Mei 2026. /ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Pemerintah Amerika Serikat kembali meminta dukungan dari negara-negara sekutunya, termasuk Jepang, Korea Selatan, Australia, dan negara-negara Eropa, untuk berperan aktif dalam membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Seruan ini disampaikan pada Selasa, 5 Mei 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan pentingnya keterlibatan bersama dalam menjaga jalur perdagangan strategis tersebut.

“Kami berharap Korea Selatan akan meningkatkan perannya, seperti kami berharap Jepang akan meningkatkan perannya, seperti kami berharap Australia akan meningkatkan perannya, seperti kami berharap Eropa juga akan meningkatkan perannya,” ujarnya dalam konferensi pers di Pentagon.

Langkah ini berkaitan dengan dimulainya misi militer AS bertajuk Project Freedom pada Senin, 4 Mei 2026.

Baca Juga: AS Percepat Penjualan Senjata ke Sekutu Timur Tengah

Operasi tersebut bertujuan mengawal kapal-kapal dagang yang terjebak di Selat Hormuz, yang secara efektif tertutup sejak meningkatnya konflik antara Iran dengan AS dan Israel pada akhir Februari 2026.

Meski demikian, implementasi awal misi ini masih terbatas. Hingga kini, baru dua kapal dagang berbendera AS yang berhasil melintasi jalur tersebut dengan pengawalan militer.

Bahkan, pada fase awal pelaksanaan, sempat terjadi baku tembak antara pasukan AS dan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyampaikan bahwa Iran sempat menembakkan senjata ke arah kapal kargo milik Korea Selatan serta target lain di luar operasi maritim tersebut.

Di tengah situasi ini, baik AS maupun Iran sama-sama mengklaim memiliki kendali atas Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut mendorong China untuk meningkatkan peran diplomatiknya terhadap Iran, mengingat ketergantungan negara tersebut terhadap impor minyak dari Teheran.

Sementara itu, Trump yang dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing pada pekan depan untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, menyatakan bahwa isu konflik dengan Iran akan menjadi salah satu topik utama pembahasan.

“Saya pikir dia sangat menghormati. Kami tidak mendapat tantangan dari China. Mereka tidak menantang kami,” ujarnya. “Saya tidak berpikir dia akan melakukan itu, karena saya.”

Di sisi lain, Hegseth menekankan bahwa Project Freedom bersifat defensif, terbatas, dan hanya bersifat sementara.

Ia juga menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran yang disepakati sekitar sebulan lalu masih dianggap berlaku.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Cadangan Energi Nasional Aman di Tengah Tekanan Geopolitik

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa stabilitas jalur pelayaran tersebut sangat penting bagi perekonomian global, bahkan lebih besar bagi negara lain dibandingkan Amerika Serikat.

“Ini adalah misi sementara bagi kami. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, dunia membutuhkan jalur ini jauh lebih besar daripada kami. Kami menstabilkan situasi agar perdagangan dapat kembali berjalan, tetapi kami berharap dunia akan mengambil peran pada waktu yang tepat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 22.500 pelaut dari lebih dari 1.550 kapal komersial masih tertahan di kawasan Teluk Persia dan belum dapat melintasi Selat Hormuz akibat situasi keamanan yang belum stabil.

(Sumber: Antara)

x|close