Iran Bantah Jadi Dalang Serangan Drone ke Fasilitas Energi UEA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 10:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) Ilustrasi Iran meluncurkan rudal ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di negara Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran membantah tuduhan melancarkan serangan terhadap fasilitas energi milik Uni Emirat Arab setelah Abu Dhabi mengklaim instalasi energi di Fujairah diserang pesawat tak berawak asal Iran.

Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa Teheran tidak pernah meluncurkan maupun memiliki rencana menyerang negara tetangganya tersebut.

"Republik Islam Iran tidak memiliki program terencana untuk menyerang fasilitas minyak dimaksud. Apa yang terjadi adalah akibat dari tindakan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal agar bisa melewati jalur terlarang di Selat Hormuz secara ilegal. Militer AS harus dimintai pertanggungjawaban atas itu," kata pejabat tersebut, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 5 Mei 2026.

Pejabat itu juga menegaskan bahwa Amerika Serikat harus menghentikan tindakan yang dinilai memperburuk proses diplomatik serta menghentikan operasi militer di kawasan minyak sensitif tersebut.

Baca Juga: Eks Dirut Gas Pertamina Hari Karyuliarto Sebut Vonis Kasus LNG Tidak Adil dan “Setting-an”

Sebelumnya, UEA melaporkan fasilitas energi di Fujairah menjadi target serangan drone yang menyebabkan tiga warga India terluka. Pemerintah Abu Dhabi mengecam insiden itu dan menyebutnya sebagai “eskalasi berbahaya” di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.

Hingga Senin malam, Kementerian Pertahanan UEA mencatat terdapat 15 serangan udara yang disebut berasal dari Iran. Sebanyak 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone diklaim berhasil dicegat.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana pengawalan kapal tanker oleh militer Amerika Serikat di Selat Hormuz. Langkah itu diambil karena banyak kapal masih terjebak di jalur perdagangan strategis tersebut sejak pecahnya konflik.

Ilustrasi. Bendera Iran. (Foto: Reuters) Ilustrasi. Bendera Iran. (Foto: Reuters)

Parlemen Iran menilai pengawalan kapal oleh AS merupakan bentuk pelanggaran terhadap gencatan senjata. Tak lama setelah itu, media pemerintah Iran melaporkan angkatan laut Teheran melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal perang AS di Selat Hormuz.

Trump kemudian mengklaim pasukan AS berhasil menembak tujuh kapal kecil militer Iran dan menghancurkan enam di antaranya. Namun, klaim tersebut dibantah oleh Iran.

TERKINI

Load More
x|close