Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto mengerahkan perguruan tinggi agar berperan sebagai “asisten” pemerintah daerah dalam mendukung gerakan nasional aman, sehat, resik, indah (ASRI).
Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026, yang berlangsung sekitar tiga jam. Dalam rapat itu, Prabowo meminta laporan mengenai keterlibatan kampus dalam pelaksanaan program nasional ASRI.
“Bapak Presiden telah memberikan petunjuk dan arahan beberapa waktu lalu bahwa kampus-kampus, terutama bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah, misalnya penanganan sampah, kerapian, terkait dengan program ASRI Bapak Presiden, bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantu, di-back up oleh kampus-kampus, peneliti, guru-guru besar,” kata Brian Yuliarto kepada wartawan usai rapat bersama Presiden.
Brian menjelaskan sejumlah bidang keilmuan yang diharapkan dapat membantu pemerintah daerah, di antaranya arsitektur untuk penataan kota, serta teknik lingkungan dan teknik mesin untuk mendukung penanganan sampah.
Baca Juga: 40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie Terkait Video Ceramah JK
“Jadi, Bapak Presiden tadi menanyakan perkembangan itu. Jadi diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota, kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” ujar Brian.
Sebagai tindak lanjut, Brian menyebut pihaknya akan segera memanggil sejumlah perguruan tinggi dari berbagai daerah seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada untuk membentuk tim yang bertugas memberikan masukan serta rekomendasi kepada kepala daerah dalam pelaksanaan gerakan ASRI.
“Ini sesuai juga, sejalan dengan program kami, Kemendiktisaintek Berdampak. Jadi, bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerahnya masing-masing. Tadi, Bapak Presiden minta (keterlibatan kampus, red.) lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan,” kata Brian Yuliarto.
Selain Brian, Presiden Prabowo pada Senin siang hingga sore juga memanggil sejumlah pejabat lain ke Istana Kepresidenan, di antaranya Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa, serta Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan.
Wamenhan Donny dan CTO Danantara Sigit lebih dulu meninggalkan kompleks Istana, namun keduanya tidak memberikan keterangan kepada awak media.
Sementara itu, Glenny Kairupan keluar dari kompleks Istana melalui pintu yang tidak dapat diakses wartawan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (Istimewa)