Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Iran secara tegas menepis isu adanya perundingan diplomasi dengan Amerika Serikat. Alih-alih merajut dialog dengan Washington, Teheran pada Senin, 3 Agustus, menyatakan tengah memusatkan fokus kerja samanya dengan Oman guna membuka jalur pelayaran sementara di perairan strategis Selat Hormuz.
Langkah kolaboratif bersama negara tetangga tersebut bertujuan untuk menjamin kelancaran dan keamanan lalu lintas kapal di kawasan vital itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi bahwa dialog intensif dengan otoritas di Muscat memang sedang berjalan.
"Pembahasan kami saat ini dengan Oman difokuskan pada upaya memastikan pelayaran yang aman di Selat Hormuz," terang Baqaei, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Fars.
Baca juga: Dampak Krisis Selat Hormuz: Inggris Diproyeksikan Alami Resesi pada 2027
Guna merealisasikan target pengamanan tersebut, otoritas Iran berkomitmen untuk bergerak cepat bersama mitra regionalnya. "Kami berupaya membangun jalur sementara sesegera mungkin melalui kerja sama dengan Oman agar keselamatan pelayaran di Selat Hormuz dapat terjamin," ujarnya.
Di sisi lain, Baqaei dengan lugas mementahkan spekulasi mengenai adanya kontak tingkat tinggi antara Teheran dan Washington. Lewat pernyataan singkat namun tajam, ia meluruskan kabar yang beredar.
"Kami tidak sedang berunding dengan Amerika Serikat," katanya.
Bantahan keras ini muncul hanya berselang sehari usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan klaim sepihak. Sebelumnya, pemimpin AS tersebut sempat meyakinkan publik bahwa pembicaraan antara negaranya dan Iran akan segera dimulai pada Senin sore.
Baca juga: Trump Konfirmasi Negoisasi dengan Iran akan Segera Digelar
Dalam pernyataannya kala itu, Trump bahkan menyuarakan rasa optimis bahwa kesepakatan terkait pengamanan Selat Hormuz, sekaligus penyelesaian program denuklirisasi Iran, dapat dicapai dalam waktu dekat.
Namun, harapan tersebut langsung dipatahkan oleh pihak Teheran. Baqaei menggarisbawahi bahwa dinamika keamanan di Selat Hormuz tidak akan mengalami perubahan berarti selama Washington masih mempertahankan sikap represifnya. Ia menyoroti keberlanjutan tindakan agresif serta blokade yang terus diberlakukan AS terhadap Iran sebagai akar dari kebuntuan situasi.
Sebagai informasi, Selat Hormuz memegang peranan krusial sebagai salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Jalur sempit ini menjadi pintu penghubung paling utama bagi pengiriman pasokan minyak mentah dan gas alam dari kawasan Teluk menuju berbagai pasar internasional.
(Sumber:Antara)
Foto arsip ini menunjukkan Selat Hormuz, Iran, Rabu (19/2/2025 (Antara)