Turkiye Bidik Penyelesaian Jalur Alternatif Selat Hormuz dalam 3 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 22:13
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Penampakan peta Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab Penampakan peta Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab (Antara)

Ntvnews.id, Ankara - Pemerintah Turkiye menargetkan pembangunan koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa melalui Irak dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Proyek tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.

Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena dilalui sekitar seperlima distribusi minyak global melalui laut. Namun, jalur tersebut menghadapi potensi gangguan di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Perhubungan Turkiye Abdulkadir Uraloglu mengatakan target penyelesaian proyek masih akan dibahas lebih lanjut setelah pekerjaan dimulai.

"Proyek ini bisa saja selesai dalam waktu empat hingga lima tahun, tetapi kami masih akan membahas apakah proyek itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun setelah pekerjaannya dimulai," kata Menteri Perhubungan Turkiye Abdulkadir Uraloglu seperti dikutip surat kabar pro-pemerintah Yeni Safak pada Jumat, 31 Juli 2026

Koridor transportasi tersebut mencakup pembangunan jalur kereta api, jalan tol, serta jaringan telekomunikasi dan energi sepanjang sekitar 1.200 kilometer. Rute itu akan menghubungkan Pelabuhan Al-Faw di Irak dengan wilayah Turki sebelum diteruskan menuju Eropa.

Baca Juga: Trump Dikabarkan Kesal usai Netanyahu Kritik Rencana Penjualan F-35 ke Turkiye

Pembangunan jalur kereta api dalam proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp270,5 triliun.

Turkiye dan Irak juga telah mencapai kesepakatan mengenai pembangunan pos lintas batas baru di Faysh Khabur-Ovakoy, termasuk mekanisme pendanaan untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut.

Pemerintah Turkiye kini berupaya menuntaskan seluruh dokumen teknis agar pembangunan dapat dimulai pada tahun ini. Jalur kereta api menjadi prioritas utama karena dinilai mampu memperlancar distribusi kargo ke Eropa sekaligus membantu menekan emisi karbon.

Baca juga: Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Bagi Pendukung Kebijakan AS soal Aset Beku

Laporan itu juga menyebutkan bahwa selesainya proyek tersebut diperkirakan dapat mengurangi ketergantungan logistik global terhadap Selat Hormuz.

Proyek infrastruktur berskala besar tersebut melibatkan Turkiye, Irak, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Turkiye menilai jalur itu dapat menjadi alternatif perdagangan internasional yang menghindari sejumlah titik rawan pelayaran, termasuk Selat Hormuz dan Kanal Suez.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close