Iran Tegaskan Tidak Akan Kembalikan Selat Hormuz ke Kondisi Sebelum Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 13:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Foto yang diambil dengan telepon seluler, menunjukkan kapal-kapal dagang yang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, 29 Mei 2026 Foto yang diambil dengan telepon seluler, menunjukkan kapal-kapal dagang yang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, 29 Mei 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Teheran – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional Kazem Gharibabadi menegaskan negaranya tidak akan membiarkan Selat Hormuz kembali seperti kondisi sebelum perang.

Pada Selasa, 28 Juli 2026, Gharibabadi juga memperingatkan bahwa kapal perang negara-negara Eropa yang mencoba mendekati jalur perairan strategis tersebut akan dianggap sebagai sasaran yang sah.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional Iran, IRIB TV, Gharibabadi menyatakan bahwa apabila kondisi Selat Hormuz dikembalikan seperti sebelum perang, maka keberhasilan Iran dalam konflik tersebut belum sepenuhnya tercapai.

"Jika situasi di selat tersebut kembali seperti sebelum perang, kesuksesan kami dalam perang tidak akan lengkap," kata Gharibabadi.

Baca JugaIran Tegaskan Belum Ada Perundingan dengan AS, Dialog Bergantung pada Sikap Washington

Ia menyebut Iran tidak takut menghadapi kemungkinan konflik baru demi menjaga kedaulatan atas Selat Hormuz. Menurutnya, kawasan tersebut kini menjadi bagian dari kapasitas pertahanan baru Iran yang berkaitan langsung dengan keamanan nasional.

Gharibabadi mengatakan pengaturan pengelolaan Selat Hormuz di masa mendatang oleh Teheran akan memberikan dampak jangka panjang terhadap keamanan Iran.

Ia juga mengungkapkan Oman sempat berupaya melibatkan negara ketiga dalam operasi pembersihan ranjau di bagian selatan Selat Hormuz. Namun, Iran menolak keterlibatan pihak tersebut.

Mengenai hubungan dengan Amerika Serikat, Gharibabadi menyatakan Iran tidak pernah meminta negosiasi dengan Washington dalam 15 hari terakhir.

Baca JugaIran Tegaskan Belum Siap Berunding dengan AS, Minta Hal Ini

"Pihak Amerika meminta kami untuk mengadakan pembicaraan, dan mengirimkan pesan melalui Oman bahwa mereka tidak akan melakukan tindakan militer terhadap kami," ujar Gharibabadi.

Terkait komunikasi dengan Oman, ia menjelaskan pembahasan yang dilakukan hanya berkaitan dengan persoalan Selat Hormuz.

Gharibabadi mengatakan Oman sebelumnya menawarkan skema jalur bersama dengan pembagian kendali sebesar 50 persen. Namun, Iran menilai usulan tersebut belum dapat menjawab kekhawatiran negaranya karena pembukaan jalur selatan dianggap dapat mengurangi kedaulatan Iran atas selat tersebut.

Sebagai alternatif, Teheran mengusulkan agar Iran memiliki kendali penuh atas jalur masuk Selat Hormuz dan kendali sebagian atas jalur keluar, kata Gharibabadi.

Ia menyebut apabila Oman menerima usulan tersebut, pembahasan akan memasuki tahap selanjutnya.

"kita akan melangkah ke tahap berikutnya," kata Gharibabadi.

Namun, apabila usulan itu tidak diterima, Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup dan pihaknya siap menghadapi kemungkinan perang berlanjut.

Iran sebelumnya memperketat kendali atas Selat Hormuz pada 28 Februari dengan membatasi pelayaran kapal yang dimiliki atau memiliki hubungan dengan Israel dan Amerika Serikat setelah serangan gabungan kedua negara terhadap wilayah Iran.

Pembatasan jalur pelayaran di Selat Hormuz berdampak pada kenaikan harga energi dunia dan memperbesar ketegangan kawasan hingga memicu rangkaian serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran.

(Sumber: Antara)

x|close