Iran Bantah Klaim Trump, Tegaskan Konflik dengan AS Tak Akan Berakhir!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Iran mulai menunjukkan keseriusan dalam pembicaraan negosiasi dengan Washington dibantah oleh pihak Teheran.

Media Iran melaporkan bantahan tersebut disampaikan Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, komandan senior sekaligus wakil inspektur Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran.

"Perang kami dengan musuh adalah perang atrisi (pelemahan bertahap), perang yang tidak akan pernah usai," kata Asadi, seperti dikutip dari CNN, Minggu, 26 Juli 2026.

Asadi juga mengisyaratkan bahwa Iran justru siap menghadapi kemungkinan invasi darat yang dilakukan pasukan Amerika Serikat.

"Kami memohon kepada Tuhan agar pasukan darat dari tentara agresor Amerika berada dalam posisi di mana kami dapat menghadapi mereka di medan tempur darat," ujarnya.

Trump Sebut Iran Makin Serius Bernegosiasi

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengaku belum mengambil keputusan terkait kemungkinan melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran. Meski demikian, ia menilai Teheran kini semakin serius dalam proses pembicaraan dengan Washington.

"Tidak, saya belum memutuskan," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat, 24 Juli 2026 waktu setempat saat ditanya mengenai kemungkinan serangan skala besar terhadap Iran.

Baca Juga: Iran Ancam Jadikan Pangkalan Militer Inggris Sasaran, Kenapa?

Pernyataan itu muncul setelah beredar laporan bahwa Trump menggelar pertemuan dengan para penasihatnya untuk membahas opsi operasi militer berskala besar terhadap Iran.

"Jadi kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius seiring berjalannya waktu, mungkin karena alasan yang jelas," imbuh Trump, seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, Trump juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pelaksanaan operasi militer baru terhadap Iran dengan skala yang disebut lebih besar dibandingkan Operation Epic Fury.

Mengutip Middle East Monitor, dalam wawancara dengan Axios pada Kamis, 23 Juli 2026, Trump menyatakan dirinya hampir menentukan keputusan mengenai rencana tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final yang diambil.

Trump juga mengatakan Israel berpeluang bergabung dalam operasi tersebut apabila diminta. Kendati demikian, ia menegaskan Amerika Serikat mampu menjalankan operasi militer itu tanpa memerlukan bantuan dari negara lain.

TERKINI

Ribuan Warga Asing dari 40 Negara Tewas Bertempur untuk Rusia

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:55 WIB

Spanyol Tetapkan Darurat Nasional akibat Kebakaran Hutan

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:50 WIB

Houthi Luncurkan Serangan Rudal ke Arab Saudi sebagai Aksi Balasan

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:50 WIB

Bahrain dan Kuwait Disebut Ikut Serang Iran

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:45 WIB

Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:45 WIB

Koalisi Arab Saudi Serang Fasilitas Telekomunikasi Houthi Yaman

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:40 WIB
Load More
x|close