Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran. Ia menyatakan Amerika Serikat akan mengebom jembatan hingga pembangkit listrik di Iran apabila kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz kembali menjadi sasaran serangan.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz akan dibalas dengan penghancuran infrastruktur penting Iran, termasuk fasilitas yang berada di sekitar maupun di ibu kota Teheran.
"Mulai sekarang, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik itu dengan rudal, roket, drone, perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat, atau di, Ibu Kota Teheran," tulis Trump, deikutip dari AFP, Kamis, 23 Juli 2026.
Sejak pecahnya konflik antara kedua negara, Trump beberapa kali mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran, bahkan sempat menyatakan akan memusnahkan peradaban negara tersebut. Namun, ancaman kali ini dinilai lebih spesifik dibandingkan pernyataan-pernyataan sebelumnya.
Baca Juga: Trump Ancam Serang Lokasi Baru Fasilitas Nuklir Iran
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah Iran menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz pada awal bulan ini. Amerika Serikat menilai tindakan tersebut melanggar nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua negara pada Juni lalu.
Di sisi lain, Iran berpendapat serangan itu sah dilakukan karena kapal-kapal yang menjadi sasaran dianggap melanggar jalur pelayaran yang telah ditetapkan oleh Teheran.
Dalam eskalasi terbaru, serangan militer Amerika Serikat sebagian besar menyasar kawasan pesisir Iran. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas militer AS yang berada di berbagai wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, Kepala Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Mousavi, memperingatkan bahwa Iran akan memberikan respons apabila pembangkit listriknya diserang.
"Jika jembatan dan pembangkit listrik kami diserang, pemadaman listrik bagi sekutu dan tuan rumah para pembunuh anak-anak sudah pasti terjadi," tegas Mousavi.
Pernyataan saling mengancam dari kedua belah pihak semakin memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.
Arsip - Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)