Pemprov DKI Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada Terhadap Sebaran Abu Vulkanik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Sep 2026, 09:53
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Pemandangan kota Jakarta. Pemandangan kota Jakarta. (Dok.Antara)

NTVNews.id , Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat tidak panik menyusul sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Meski abu vulkanik terpantau mencapai sejumlah wilayah Jakarta, warga diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Aktivitas diketahui letusan Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026. Hingga Minggu, 6 September 2026, belum terjadi peningkatan status gunung tersebut.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.

Untuk wilayah Jakarta, abu vulkanik diperkirakan memiliki intensitas tipis. Kondisi tersebut tetap dapat berubah karena dipengaruhi arah dan kecepatan angin. Marulitua meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi kondisi tersebut. Menurutnya, kekhawatiran perlu ditingkatkan tanpa menimbulkan kekhawatiran.

"Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah," kata Marulitua dalam keterangan tertulis, Minggu, 6 September 2026.

Baca Juga:  Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas hingga Jakarta dan Jawa Barat

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat <b>(Pemprov DKI)</b> Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat (Pemprov DKI)

Pemprov DKI mengingatkan masyarakat bahwa abu vulkanik memiliki karakter yang berbeda dengan debu biasa. Partikel abu vulkanik berukuran sangat halus sehingga berpotensi mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Risiko tersebut perlu lebih diperhatikan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit tertentu.

Untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik, warga Jakarta disarankan melakukan sejumlah langkah berikut:

Pertama, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Masker kain biasa kurang optimal untuk menyaring partikel abu vulkanik.

Kedua, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah. Warga juga disarankan mematikan kipas atau pendingin ruangan yang menarik udara dari luar apabila kondisi udara di sekitar rumah terdampak abu.

Ketiga, mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.

Keempat, apabila terdapat abu di sekitar rumah, warga diminta membasahinya terlebih dahulu sebelum membersihkan. Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya kembali beterbangan dan terhirup.

Kelima, menutup tempat penyimpanan udara dan makanan. Udara atau makanan yang terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.

Keenam, warga yang mengalami sesak nafas berat, nyeri dada, batuk terus menerus, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mendapatkan bantuan di fasilitas kesehatan.

Ketujuh, hubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112 untuk melaporkan keadaan darurat di wilayah DKI Jakarta.

Pemprov DKI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi udara agar merujuk pada sumber resmi, antara lain PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga perkembangan kondisi tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat apabila terdapat perkembangan yang diperlukan.

“Jakarta tetap beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan yang proporsional. Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang, tetap waspada,” tutur Marulitua.

x|close