Trump Ancam Serang Lokasi Baru Fasilitas Nuklir Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Fasilitas Nuklir Iran yang diserang oleh AS dan Israel Ilustrasi Fasilitas Nuklir Iran yang diserang oleh AS dan Israel (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap area yang diduga menjadi lokasi baru penyimpanan sentrifus nuklir Iran. Trump menyatakan serangan itu bisa dilakukan dalam waktu dekat dan menegaskan Teheran tidak akan mampu menghentikannya.

"Kami akan menyerang area itu dengan sangat keras, mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," kata Trump saat menjawab pertanyaan mengenai dugaan pemindahan sentrifus Iran ke Gunung Pickaxe di kawasan Natanz, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 22 Juli 2026.

Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa Iran tidak memiliki kemampuan untuk menggagalkan rencana tersebut.

"Biasanya saya tidak akan mengatakan hal itu. Jika saya berpikir mereka bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya, saya tidak akan pernah mengatakannya; namun kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan... dengan sangat keras," tambahnya.

Israel, yang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat, meyakini Iran telah memindahkan sentrifus canggih beserta sebagian cadangan uranium ke fasilitas bawah tanah di selatan Teheran setelah berakhirnya perang selama 12 hari pada Juni tahun lalu.

Baca Juga: AS Lirik Peluang Kerja Sama dengan Indonesia di Sektor Nuklir dan Jasa Keuangan

Menurut laporan, badan intelijen Israel telah memantau lokasi yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe selama berbulan-bulan karena diyakini menjadi salah satu fasilitas nuklir utama Iran.

Fasilitas tersebut berada jauh di bawah permukaan tanah dengan perlindungan yang sangat kuat, sehingga dinilai menjadi target yang sulit dijangkau baik melalui serangan udara Amerika Serikat maupun Israel. Selain itu, letaknya yang berada di wilayah tengah Iran membuat operasi darat juga dinilai sangat berisiko.

Sebelumnya, CNN melaporkan Iran telah meningkatkan upaya untuk menutup akses menuju cadangan uranium yang diperkaya hingga mendekati tingkat yang dapat digunakan untuk senjata nuklir. Langkah itu disebut dilakukan dengan merobohkan terowongan akses dan memasang ranjau peledak di pintu-pintu masuk.

Iran diperkirakan memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya tinggi. Upaya mengamankan atau menghancurkan cadangan tersebut menjadi salah satu sasaran utama Amerika Serikat dan Israel dalam konflik dengan Iran. Israel menduga sebagian uranium tersebut kini telah dipindahkan ke Gunung Pickaxe.

Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py <b>(Antara)</b> Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

"Aktivitas dan pembangunan di lokasi itu meningkat setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran pada bulan Juni 2025," ujar sumber Israel.

Menjelang berakhirnya perang tersebut, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Namun, Gunung Pickaxe tidak termasuk dalam target operasi saat itu.

Pada Desember lalu, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada CNN, "Ada berbagai sinyal, pernyataan, dan pesan yang terus muncul, yang mengindikasikan bahwa Iran sedang mempersenjatai diri kembali, meningkatkan kemampuan, serta bersiap untuk melakukan serangan."

x|close