5 Migran Afghanistan Tewas Dehidrasi saat Menyeberang Gurun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jul 2026, 05:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Af Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Af (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Aparat keamanan Afghanistan menemukan lima jenazah warga yang diduga meninggal dunia akibat kehausan dan suhu panas ekstrem ketika berupaya memasuki Iran secara ilegal melalui kawasan gurun di Provinsi Nimroz, Afghanistan barat daya.

Dilansir dari Tolo News, Senin, 20 Juli 2026, petugas hingga kini masih melakukan pencarian terhadap 14 orang lainnya yang dilaporkan hilang.

Juru bicara Kepolisian Provinsi Nimroz, Gul Mohammad Qudrat, mengatakan seluruh korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 19 orang yang mencoba menyeberangi perbatasan menuju Iran melalui jalur gurun terpencil yang membentang di wilayah Provinsi Helmand dan Nimroz.

Baca Juga: Pakistan Kembali Gempur Afghanistan

Menurut laporan tersebut, banyak warga Afghanistan, terutama dari kalangan muda, memilih memasuki Iran secara ilegal dengan harapan memperoleh pekerjaan dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka.

Peristiwa ini menambah daftar korban jiwa dalam upaya penyeberangan ilegal menuju Iran. Pada tahun lalu, puluhan migran Afghanistan juga dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem saat berusaha melintasi perbatasan kedua negara.

x|close