Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke sebuah pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania. Klaim tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan media Iran, Fars News.
Dalam pernyataan itu, IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut ditujukan kepada keberadaan militer Amerika Serikat dan bukan kepada pemerintah maupun rakyat Yordania.
"Anda tahu bahwa kami tidak memiliki permusuhan terhadap negara Anda. Sebaliknya, kami sangat mencintai Anda, rakyat yang mulia. Anda memahami rasa sakit dan penderitaan rakyat Palestina lebih baik daripada bangsa lain mana pun," bunyi pernyataan IRGC tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 15 Juli 2026.
"Dan Anda menyadari kejahatan rezim Zionis dalam pembantaian tujuh puluh ribu warga Palestina, termasuk 20.000 anak-anak di Gaza, yang dilakukan dengan keterlibatan langsung Amerika Serikat." tambahnya.
Selain menyampaikan pesan tersebut, IRGC juga menyerukan agar masyarakat Yordania mendesak penutupan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara mereka.
Baca Juga: Indonesia Minta AS dan Iran Tetap Patuhi Kesepakatan Damai
"Tuntutan tegas Anda untuk pembubaran pangkalan pendudukan Amerika di kawasan ini akan sangat membantu menyelamatkan rakyat Palestina dan memulihkan keamanan di kawasan tersebut. Kami berharap Yordania sukses," kata IRGC dalam pernyataannya.
Sebelumnya, pemerintah Yordania mengumumkan telah mencegat dan menembak jatuh empat rudal Iran yang memasuki wilayah udaranya. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.
Serangan rudal Iran terjadi ketika militer Amerika Serikat melancarkan operasi terhadap Iran untuk malam ketiga secara berturut-turut. Pada saat yang sama, sejumlah kapal tanker di Selat Hormuz juga menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan oleh IRGC.
Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Antara)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pasukan AS menyerang Iran dengan kekuatan penuh di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara kedua negara.
Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran melakukan serangan secara terang-terangan terhadap dua kapal tanker di Selat Hormuz. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya, termasuk empat korban yang mengalami luka berat.
IRGC mengakui telah menyerang kedua kapal tanker tersebut. Menurut mereka, kapal-kapal itu mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan tetap melintasi jalur pelayaran yang telah dipasangi ranjau.
Meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz dinilai semakin memperbesar ancaman terhadap upaya penyelesaian konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)