IRGC Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Yordania, Bahrain dan Kuwait

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 20:20
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Senin (13/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menyasar pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai tindakan balasan atas serangan AS terhadap provinsi-provinsi pesisir Iran sebelumnya pada hari itu. Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Senin (13/7) mengatakan bahwa pihaknya telah menyasar pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Yordania, Bahrain, dan Kuwait sebagai tindakan balasan atas serangan AS terhadap provinsi-provinsi pesisir Iran sebelumnya pada hari itu. (Xinhua)

Ntvnews.id, Teheran - Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania, Bahrain, dan Kuwait pada Senin, 13 Juli 2026. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas serangan AS terhadap sejumlah wilayah pesisir Iran yang terjadi sebelumnya pada hari yang sama.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui media resminya, Sepah News, IRGC menyebut militer AS lebih dulu melancarkan serangan udara ke beberapa pangkalan militer di kawasan pesisir Iran pada Minggu malam, 12 Juli 2026 waktu setempat. Menurut IRGC, serangan itu terjadi setelah pihaknya mencegat dua kapal yang disebut melakukan pelanggaran di Selat Hormuz.

Pada tahap pertama operasi balasan, IRGC mengklaim pasukannya meluncurkan rudal dan drone yang menyasar Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania. Dalam pernyataan tersebut disebutkan serangan itu mengakibatkan silo rudal berukuran besar serta tangki bahan bakar terbakar.

IRGC juga mengklaim melanjutkan operasi pada tahap kedua dengan menyerang sejumlah fasilitas militer AS di Sheikh Isa, Bahrain. Sasaran yang disebut meliputi pusat perawatan dan perbaikan helikopter, hanggar pesawat pengintai P-8, serta pusat komando dan pengendalian drone.

Selanjutnya, pada tahap ketiga operasi, IRGC menyatakan telah menghancurkan depot bahan bakar, sistem pertahanan udara Patriot, dan fasilitas radar FPS yang berada di pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) melalui pernyataan di platform X pada Minggu malam waktu setempat menyatakan pihaknya telah "menyelesaikan gelombang baru serangan ofensif terhadap Iran", dengan sasaran sistem pertahanan udara Iran, situs radar di kawasan pesisir, serta kemampuan rudal dan drone negara tersebut.

x|close