Situasi Belum Kondusif, Iran Belum Buka Akses Pelayaran Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 17:00
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz Ilustrasi - Selat Hormuz (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran menyatakan bahwa pelayaran di Selat Hormuz untuk sementara tidak dapat dilakukan menyusul adanya "pergerakan ilegal" militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 12 Juli 2026.

Melalui unggahan di platform media sosial X, PGSA menyampaikan bahwa, "Begitu stabilitas dan ketenangan pulih, seluruh permohonan (untuk melintasi Selat Hormuz) akan ditinjau sesuai jadwal, dan izin yang diperlukan akan dikeluarkan".

PGSA juga menegaskan bahwa izin untuk melintasi Selat Hormuz hanya dapat diperoleh melalui situs web resmi milik lembaga tersebut.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengungkapkan melalui unggahan di X pada Minggu dini hari waktu setempat bahwa pihaknya telah merampungkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran pada pekan ini. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa operasi itu dilakukan untuk "meminta pertanggungjawaban pasukan Iran atas serangan terhadap kapal komersial lain di Selat Hormuz".

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Airlangga Wanti-wanti Harga Minyak Bisa Bergejolak

Di sisi lain, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran menyatakan pada Minggu dini hari bahwa mereka telah mencegat serta menghentikan sebuah kapal di Selat Hormuz setelah melepaskan tembakan peringatan. Menurut pernyataan tersebut, kapal itu "melakukan pelanggaran" dan diduga mematikan sistem navigasinya.

IRGC juga menyebut pasukannya menghentikan kapal kedua yang disebut "melakukan pelanggaran" di perairan yang sama. Tindakan itu dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close